Suara.com - Yang harus dilakukan saat keracunan makanan menjadi berita terpopuler kesehatan hari ini, Senin (8/8/2022).
Ada juga penyebab urin berwarna oranye hingga apakah bayi aman diajak motoran.
Simak rangkuman berita kesehatan menarik lainnya dari Suara.com, berikut ini.
1. Keracunan Makanan, Ini 4 Hal yang Harus Dilakukan
Kerang yang berkualitas buruk, daging ayam setengah matang, atau salad yang tidak dicuci bersih, sangat mungkin membuat Anda keracunan makanan.
Ahli gastroenterologi Christine Lee, MD, mengatakan bahwa keracunan makanan umumnya terjadi dalam beberapa jam setelah makan makanan yang terkontaminasi. Tingkat keparahan dan berapa lama itu akan berlangsung, sebagian besar ditentukan oleh jenis kuman apa yang Anda telan, seberapa banyak Anda terpapar, dan seberapa kuat sistem kekebalan Anda untuk melawannya.
2. Urin Berwarna Oranye Saat Buang Air Kecil, Bisa Jadi Tanda Ada Masalah di Liver
Hati atau liver memiliki lebih dari 500 fungsi, mulai dari memproses makanan yang dicerna hingga mengontrol kadar lemak dan gula dalam darah. Ini juga memerangi infeksi dan menghancurkan racun dalam tubuh.
Baca Juga: Puluhan Siswa SD di Tegal Keracunan Massal Usai Jajan Makaroni Telur
Oleh karena itu, setiap tanda awal bahwa ada masalah dengan hati harus segera diselidiki. Salah satu tandanya adalah jika urin atau air kencing berwarna oranye. Demikian seperti dilansir dari Express UK.
3. Viral Bayi 6 Bulan Meninggal usai Naik Motor 13 Jam, Usia Berapa Boleh Ajak Bayi Motoran?
Baru-baru ini, viral seorang bayi usia 6 bulan meninggal dunia setelah diajak berpergian naik motor demi menonton pertandingan sepak bola.
Ayah bayi 6 bulan tersebut, melalui Twitter jungkangFamily, menyatakan menyesal atas tindakannya yang terlalu nekat mengajak bayinya naik motor dari Tegal ke Surabaya selama 13 jam demi menonton sepak bola.
Berita Terkait
-
Bukan Keracunan MBG! BGN Ungkap Fakta Medis Kematian Siswa MIN 2 Bengkulu Utara
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
Kasus Keracunan MBG Dianggap Wajar, Bupati Lombok Tengah: Jangan Dikembang-kembangkan
-
Korban Keracunan Jadi Tumbal Statistik: Benarkah MBG Berhasil Terlaksana?
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal