Suara.com - Sejak dilahirkan, baby Moana, putri pasangan YouTuber Ria Ricis dan Teuku Ryan terus menjadi perhatian warganet di Indonesia. Sayangnya, baru-baru ini, banyak orang menyoroti cara orangtua baru tersebut saat menggendong bayi mereka.
Pertama, saat momen aqiqah, di mana sang ayah tampak salah saat menggendong bayi bernama lengkap Cut Raifa Aramoana itu, hingga tampak kecengklak yang membuatnya menangis kencang.
Baru-baru ini, keduanya menjadi sorotan saat keduanya berjoged TikTok dan mengajak bayi mereka yang tengah tertidur. Saat itu, Ria Ricis tak sengaja menyikut kepala baby Moana, yang membuat putri mereka terkejut.
Tentu saja tak sedikit warganet yang ngeri dengan hal tersebut hingga menegur pasangan tersebut. Dalam TikTok @ayankmu_beib, momen tersebut kembali diunggah dan mendapatkan banyak komentar.
"Aduh gimana sih ini? itu bukan boneka," kata @lindxxxxxxxx.
"Ya Allah, takut nya kenapa-kenapa serius. Mana baru lahir banget," ucap @fitrxxxxxxx.
"Ya Allah, hati-hati jangan sibuk sendiri kak!! Kasihan dedeknya," tambah @linaxxxxxxx.
Kekhawatiran warganet mungkin termasuk hal yang wajar, terlebih seperti yang diketahui jika bayi dan balita rentan mengalami Shaken Baby Syndrome (SBS).
Ini adalah jenis cedera otak yang terjadi ketika bayi atau balita terguncang dengan keras. Hal ini seperti dilansir Clevel and Clinic, dapat menyebabkan pembengkakan, memar dan pendarahan di otak.
Baca Juga: VIDEO Kepala Baby Moana Kesenggol, Ria Ricis dan Teuku Ryan Dicibir karena Malah Ketawa
Ini karena kepala bayi sangat besar dan berat sebanding dengan bagian tubuh lainnya. Ketika mereka terguncang, otaknya dapat memantul bolak-balik ke sisi tengkorak. Getaram inilah yang dapat menyebabkan pendarahan di otak (perdarahan subdural, atau hematoma) atau di retina (perdarahan retina).
Bahaya ini, sayangnya sering tidak disadari oleh banyak orangtua ataupun pengasuh, terutama saat mereka terlalu kencang menggoyang bayi, untuk menenangkan mereka yang menangis dalam waktu lama, dan mereka mungkin berpikir bahwa menggoyang bayi akan membuatnya berhenti menangis.
Apa saja gejala SBS? Seorang bayi atau balita yang terguncang dan mengalami cedera otak mungkin memiliki gejala seperti:
- Iritabilitas yang ekstrim
- Muntah
- Nafsu makan yang buruk atau masalah makan
- Kesulitan bernapas
- Kejang
- Kelesuan (kelelahan ekstrem, kurang bergerak, ketidakmampuan untuk tetap terjaga)
- Kulit berwarna pucat atau biru
- Memar di lengan atau dada
- Kepala atau dahi yang besar
- Titik lunak di atas kepala yang menonjol
- Ketidakmampuan untuk mengangkat kepalanya
- Pupil melebar
- Tremor (getaran)
- Ketidakmampuan untuk fokus atau mengikuti gerakan dengan matanya
- Koma (tidak sadar)
Beberapa gejala dapat muncul segera, tetapi yang lain mungkin tidak muncul dalam waktu yang lama. Beberapa bayi juga mungkin memiliki masalah perhatian dan perilaku di kemudian hari karena terguncang ketika mereka masih bayi.
Bayi dan balita yang terguncang menghadapi masalah medis serius seiring bertambahnya usia, termasuk:
- Kerusakan otak
- Kebutaan
- Kehilangan pendengaran
- Selebral Palsi
- Gangguan bicara dan belajar
- Kejang
- Kerusakan leher dan sumsum tulang belakang, yang dapat menyebabkan masalah dengan gerakan mulai dari kecanggungan hingga kelumpuhan.
- Kematian
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini