Tindakan bedah umumnya dilakukan pada kondisi penyakit yang sudah stabil atau sudah tidak bertambah parah dalam jangka waktu minimal 3 bulan.
3. Kurvatura Penis Kongenital
Kelainan penis ini dalam bahasa medis juga disebut dengan chordee, merupakan kelainan yang umumnya terjadi, yang mana bentuk penis melengkung sejak lahir.
Berbeda dengan Penyakit Peyronie, pada kelainan ini tidak ditemukan adanya jaringan parut, dimana penyebabnya adalah kelainan pembentukan penis pada saat di kandungan.
Pembedahan hanya dilakukan pada kondisi chordee yang cukup parah dengan cara membuat insisi atau penyayatan kulit.dan penjahitan pada sudut yang lebih besar atau hanya penjahitan saja.
Dokter yang aktif memperdalam ilmunya ini menuturkan bahwa kelainan yang terakhir adalah Striktur Uretra kondisi di mana terdapat penyempitan pada saluran uretra akibat pembentukan jaringan parut pada uretra.
Kelainan bisa disebabkan disebabkan oleh riwayat trauma, infeksi, serta tindakan medis yang melibatkan uretra.
“Gejalanya sendiri bisa dari lemahnya aliran urine, aliran urine seperti lidi, tidak lancar dan harus mengedan untuk buang air kecil, hingga infeksi saluran kemih,” tutup dr. Gampo.
Baca Juga: Hits Health: Mengenal Flu Tomat, Kapan Penis Berhenti Tumbuh
Berita Terkait
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Edukasi dan Inovasi Jadi Kunci Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Lintas Generasi
-
Seni Mindful Living: Cara Menata Hidup Agar Berkualitas di Era Digital
-
8 Manfaat Bangun Pagi untuk Kesehatan Mental, Produktivitas, dan Fokus Harian
-
Tren Baru Kaum Urban: 3 Kriteria Destinasi Gaya Hidup untuk Menjaga Work Life Balance
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem