Selain itu, saat Pandemi COVID-19 ditetapkan sebagai situasi global, tekanan mental orang-orang pun semakin bertambah. Cara hidup yang berubah dengan konflik bersama virus pun menambah permasalahan mental.
Melansir dari laman resmi WHO, Pandemi COVID-19 benar-benar menciptakan krisis global terkait kesehatan mental. Pandemi ini menciptakan tekanan jangka pendek maupun jangka panjang.
Gangguan kecemasan dan depresi meningkat hingga 25 persen pada tahun pertama pandemi. Pada saat yang sama, layanan kesehatan mental sangat terganggu.
Akhirnya, muncul kesenjangan dalam perawatan kesehatan mental. Oleh karena itu, WHO ingin menjadikan isu kesehatan mental sebagai prioritas global sesuai tema tahun ini.
Catatan Redaksi:
Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Anda juga bisa menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Baca Juga: Rayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Marshanda: Kami Juga Bisa Berfungsi
Berita Terkait
-
Rayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Marshanda: Kami Juga Bisa Berfungsi
-
20 Ucapan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Cocok untuk Caption Instagram dan WhatsApp
-
10 Oktober Jadi Hari Mental Health Seluruh Dunia, Bagaimana Sejarahnya
-
Marshanda Pamer Motif Batik Hasil Gelombang Pikirannya, Cantik Banget
-
536 Masehi, Tahun Paling Seram untuk Manusia Hidup
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?