Beberapa gejalanya yang umumnya muncul adalah:
- Takut terkontaminasi oleh benda yang telah disentuh orang lain atau kotor
- Keraguan penderita, apakah telah mengunci atau mematikan kompor
- Stres intens ketika melihat benda tidak rapi atau tidak simetris
- Membayangkan menyakiti diri sendiri atau orang lain
- Pikiran tentang meneriakkan kata-kata kotor atau bertindak tidak pantas yang tidak diinginkan dan membuat tidak nyaman
- Menghindari situasi yang dapat memicu obsesi, seperti berjabat tangan
- Terganggu dengan gambar seksual yang tidak menyenangkan berulang dalam pikiran
Gejala kompulsif
Kompulsif dalam OCD mengacu pada keinginan melakukan perilaku berulang. Tindakan mental yang dilakukan berulang-ulang ini bertujuan untuk mencegah kecemasan akibat obsesi penderita.
Contoh tanda kompulsif yang terlihat pada umumnya seperti:
- Cuci tangan berulang kali, bahkan sampai kulit lecet
- Memeriksa pintu berulang kali untuk memeriksa apakah sudah terkunci
- Menghitung dalam pola tertentu
- Diam-diam mengulangi doa, kata, atau frasa
- Mengatur barang-barang secara rapi
Jenis OCD
Dikutip dari Times of India, berikut lima jenis OCD yang paling umum serta gejalanya.
1. Pembersihan dan kontaminasi.
Ketika seseorang terus menerus merasa terkontaminasi kuman sehingga membuatnya ingin selalu membersihkan diri sampai berdarah.
2. Pikiran yang mengganggu.
Baca Juga: Dapat Dideteksi Sejak Dini, Berikut Ciri OCD Pada Anak
Biasanya membuat penderita OCD malu, mengalami emosi negatif yang diikuti tindakan tidak logis, seperti menghindari orang dan tempat tertentu.
3. Simetri.
Ketakutan obsesif terhadap objek tertentu yang kurang simetris. Gejala umumnya, termasuk memeriksa kunci beberapa kali, menghitung langkah saat berjalan dan menghitung ubin.
4. Fokus pada bahaya
Hanya fokus pada bahaya yang mengganggu pikirannya jika sesuatu menyakiti dirinya sendiri maupun orang lain. Gejalanya, mendadak terdorong menyakiti diri sendiri, pikiran kekerasan yang tak disengaja, serta melakukan aktivitas fisik dan mental.
5. Penimbunan
Ketidakmampuan seseorang untuk membuang barang-barang yang sudah usang dan tidak berguna. Sehingga rumahnya tampak kacau dan tidak mengizinkan orang mengunjungi rumahnya.
Solusi Bagi Penderita OCD
Psikolog Prisha Nova, M.Psi menjelaskan OCD merupakan gangguan mental yang perlu mendapatkan pemeriksaan tentang gejala dan penyebabnya secara detail oleh dokter atau psikiatri untuk dapat ditangani dengan baik.
Tidak bisa disimpulkan sendiri karena banyak faktor-faktor lain yang harus di teliti terlebih dahulu, seperti riwayat hidup hingga faktor lingkungan. Setelah teranalisa dengan baik, kemudian dokter akan membuat strategi penyembuhan yang sesuai dengan diagonasa penderita seperti pemberian obat atau terapi kognitif sehingga penderita dapat sembuh dengan baik.
Selanjutnya apabila Anda bukan penderita OCD tetapi mempunyai keluarga atau kerabat yang mempunyai OCD, jadilah support system yang baik tidak membuat penderita tertekan. Selalu bersama Penderita, karena dukungan terbaik dari orang terdekat merupakan salah satu cara untuk membantu penyembuhan OCD.
Demikian penjelasan lengkap seputar OCD atau obsessive compulsive disorder. Jika anda mengalami hal-hal seperti di atas segera konsultasikan ke dokter dan ahli medis terkait.
Berita Terkait
-
Dapat Dideteksi Sejak Dini, Berikut Ciri OCD Pada Anak
-
OCD pada Anak: Kenali Gejala dan Cara Penanganannya Secara Tepat
-
Aliando Syarief Ungkap Pernah Alami Pencucian Otak
-
Gangguan Mental yang Diderita Aliando Syarief Ternyata Berawal dari Pencucian Otak
-
Wajib Tahu! Baby Blues yang Tidak Ditangani Dapat Sebabkan Depresi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh