Suara.com - Ibu hamil rentan mengalami anemia atau kurang darah, karena harus berbagai nutrisi dengan janin yang dikandungnya. Inilah sebabnya ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi tablet tambah darah (TTD).
Tablet tambah darah adalah obat atau cairan yang di dalamnya mengandung 60 miligram beri elemental dan asam folat 400 mcg.
"Jadi konsumsi disesuaikan dengan kondisi masing-masing, jadi nggak perlu setiap hari, hanya saat Hb (hemoglobin) kurang saja, tapi lagi-lagi konsultasi ke dokter masin-masing," ujar Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi dalam acara diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2023).
Adapun jika ibu hamil mengalami Hb kurang, disarankan tablet tambah darah dikonsumsi, setidaknya 90 tablet selama periode kehamilan 9 bulan atau 3 trimester.
Tapi sayangnya banyak ibu juga mengalami kendala saat konsumsi tablet tambah darah, dari mulai mual, muntah, hingga rasanya yang kurang nikmat.
Apalagi tablet tambah darah juga akan percuma jika cara konsumsinya salah, dan gizinya tidak bisa diserap langsung oleh tubuh. Berikut ini tips cara mengkonsumsi tablet tambah darah yang tepat untuk ibu hamil, menurut dr. Reissa:
- Penting untuk mencegah anemia, BBL atau berat badan bayi rendah, dan stunting.
- Pentingnya dibarengi asupan gizi seimbang, khususnya makanan sumber protein kaya zat besi.
- Hindari konsumsi tablet tambah darah bersama dengan teh, kopi, susu, tablet kalsium dosis tinggi dan obat sakit maag.
- Untuk meningkatkan penyerapan zat besi konsumsi bersama makanan atau minuman mengandung vitamin C.
- Efek samping yang mungkin timbul seperti nyeri atau perih di ulu hati, tapi tidak sama untuk semua orang..
- Minum tablet tambah darah setelah makan atau sebelum tidur untuk mengurangi efek samping.
- Catat di kartu kontrol minum tablet tambah darah di buku KIA (kesehatan ibu dan anak) atau catat manual.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia