Suara.com - Status kedaruratan Covid-19 di dunia telah dicabut oleh World Health Organization (WHO). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan kalau Indonesia juga akan mengumumkan hal yang sama.
Juru bicara Kemenkes dr. M Syahril mengatakan bahwa pengumuman pencabutan status kedaruratan Covid-19 di Indonesia akan disampaikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.
"Kementerian lintas sektoral akan membuat rekomendasi-rekomendasi yang akan disampaikan kepada bapak Presiden karena ke status kedarurat di Indonesia itu berdasarkan Kepres nomor 12 tahun 2020. Tentu saja untuk mencabut itu perlu juga ada pengumuman bapak Presiden. Untuk itu kita harapkan teman-teman bisa sabar menunggu," kata dokter Syahril saat konferensi pers virtual, Selasa (9/5/2023).
Dokter Syahril menjelaskan, saat status kedaruratan Covid-19 dicabut oleh Presiden Jokowi, maka kebijakan terkait penanganan infeksi virus corona itu tidak lagi ditangani oleh Pemerintah Pusat. Melainkan diserahkan kepada Pemerintah Daerah juga kebutuhan masyarakat sendiri.
Hal itu akan terkait dengan biaya pengobatan pasien Covid-19, vaksin Covid-19 jadi berbayar, sampai aturan memakai masker di area publik.
"Tentu saja masuk ke dalam mekanisme pembayaran yang sudah ada seperti sekarang ini. Contohnya masuk ke BPJS atau masuk ke dalam aturan asuransi atau dengan berbayar sendiri. Termasuk vaksinasi, jadi modelnya tidak lagi seperti sekarang vaksinasi gratis semua, kemudian juga yang dirawat masih gratis semua. Begitu nanti dicabut maka pembiayaan akan masuk mekanisme pembayaran seperti yang sekarang ada," tuturnya.
Syahril menambahkan bahwa Kemenkes RI telah berkonsultasi kepada WHO terkait keputusan pencabutan status kedaruratan Covid-19.
Hasilnya, WHO mengampaikan bahwa ada beberapa parameter negara bisa aman untuk mencabut status darurat tersebut. Parameter itu di antaranya, jumlah kasus Covid-19, angka kematian, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, juga cakupan vaksinasi Covid-19.
Saat konsultasi tersebut, WHO mengingatkan Kemenkes RI untuk memperhatian tiga aspek sebelum memutuskan cabut status darurat Covid-19.
Baca Juga: Clairine Clay Positif Covid-19, Ceritakan Model Penanganannya Usai WHO Cabut Status Darurat
"Pertama kesiapan negara dalam melakukan surveilans terhadap kasus, termasuk pemeriksaan laboratorium dengan sekuensinya juga. Jangan sampai nanti negara tidak siap, banyak kasus ternyata tidak diperiksa," tuturnya.
Kedua, lanjut dokter Syahril, kesiapan infrastruktur di seluruh masyarakat mulai dari hulu Ke hilir ataupun kesiapsiagaan juga ketahanan dari masing-masing daerah apabila terjadi kenaikan kasus.Ketiga, cakupan vaksinasi.
"Kita sudah menggodok ini, dalam waktu dekat nanti bapak Menteri Kesehatan akan melaporkan kepada Presiden apakah Indonesia sudah waktunya untuk dicabut kedaruratannya," ujar dokter Syahril.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian