Suara.com - Kisah pilu dialami Muhammad Fajri lelaki berusia 27 tahun punya bobot 300 kilogram, hingga harus dirawat di RSCM Jakarta Pusat. Kisah pilu ini membuat banyak netizen terenyuh, pasalnya sebelum mengalami obesitas parah, Fajri sempat bekerja sebagai biro jasa sampai akhirnya ia terjatuh dari motor dan mulai sakit-sakitan.
Akibat sakit tersebut, berat badan Fajri meningkat drastis.
"Kira-kira jatuh setahun lalu, pada luka-luka. Habis itu udah nggak bisa aktivitas, katanya ada penyakit dalam," jelas Ibunda Fajri, Riwati (55), Jumat (9/6/2023).
Melansir situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes), selain menyebabkan berbagai penyakit kronik seperti jantung, diabetes, ginjal bahkan hingga mengancam nyawa.
Obesitas adalah penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama.
Kemenkes juga menyebutkan obesitas bisa menyerang semua usia dari mulai bayi, anak-anak hingga dewasa sehingga semua orang harus tahu cara mencegah obesitas. Apalagi obesitas jadi salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang perlu jadi perhatian.
Berikut ini mencegah obesitas bagi orang dewasa rentan usia 18 hingga 60 tahun:
1. Menghindari Konsumsi Minuman Ringan dan Bersoda
Minuman ringan dan bersoda bisa menyebabkan obesitas, karena setiap kaleng minuman soda mampu meningkatkan risiko obesitas hingga 60 persen. Belum lagi penelitian menyebutkan minuman ringan bersoda bisa menambah timbangan 0,5 kilogram dalam 4 tahun.
Baca Juga: 5 Bahaya Makan Mie Instan Campur Nasi, Tingkatkan Risiko Obesitas
2. Membatasi Konsumsi Jus Buah
Meski terkesan sehat, jus buah bisa menyebabkan kegemukan, karena jus buah mengandung kalori tinggi, sehingga disimpan sebagai lemak. Jadi, pilih dengan cermat buah apa yang bakal dijadikan jus.
3. Aktivitas Fisik Rutin Minimal 30 Menit Sehari
Aktivitas fisik berupa olahraga yang bisa mencegah obesitas seperti aerobik seperti naik sepeda, jogging, renang dan golf. Sedangkan Anaerobik meliputi senam pernapasan, karate, lompat tinggi dan angkat berat bisa dilakukan 3 hingga 5 kali seminggu dengan durasi 40 hingga 60 menit sehari.
4. Mengurangi Stres dan Kenali Emosi Makan
Saat seseorang mengalami stres, kelenjar adrenal bisa melepaskan hormon kortisol. Hormon inilah yang juga meningkatkan nafsu makan dan memotivasi seseorang untuk makan, terutama makanan tinggi lemak, gula atau keduanya, dan inilah yang akhirnya memicu kenaikan berat badan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?