Suara.com - Masih simpan obat berdasarkan tanggal expired di kemasan? Hati-hati, menurut apoteker cara penyimpanan obat seperti ternyata salah loh!
Apoteker dr. apt. Lusy Noviani, MM mengungkap cara penyimpanan obat sirup yang benar. Menurutnya masih banyak ditemukan kesalahan menyimpan obat sirup, salah satunya hanya mengandalkan lemari pendingin.
Perempuan yang juga Kepala Apotek Atma Jaya itu mengingatkan, salah jika berpikir waktu kedaluwarsa obat sirup hanya didasarkan pada tanggal expired yang tertulis di kemasan. Menurutnya, aturan itu tidak berlaku jika obat sirup segelnya sudah dibuka.
"Saat obat dalam sediaan sirup, masa kedaluwarsanya tidak berlaku lagi. Jadi batas waktu penggunaannya itu 6 bulan sejak obat sirup dibuka segelnya. Jadi biasakan kalau itu tanya apoteker," ujar dr. Lusy dalam acara Indonesian Pharmacy Expo and Conference (IPEC) 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (25/5/2024).
Lantaran waktu kedaluwarsanya berbeda dari tanggal expired di kemasan obat, inilah kenapa dr. Lusy mengingatkan masyarakat untuk menuliskan kapan waktu obat itu pertama kali dibuka, sehingga bisa mengetahui jangka waktu 6 bulan setelahnya.
"Jadi tulis tanggal ibuka tanggal berapa, kalau sudah dibuka sudah 6 bulan itu buang," papar dr. Lusy.
Tidak hanya sampai di sana dr. Lusy juga mengingatkan apabila suhu menyimpan obat sirup juga sangat mempengaruhi kualitas obat. Apalagi ada suhu yang direkomendasikan sebagai lokasi penyimpanan.
"Jadi nggak boleh tuh asal simpan di lemari pendingin atau kulkas, karena kan ada juga obat yang zatnya sebaiknya tidak diinginkan, bisa jadi yang terbaik simpan di suhu ruang. Jadi jangan lupa baca kemasannya," jelas dr. Lusy.
Suhu penyimpanan obat sirup juga menurut dr. Lusy sangat vital. Ini karena kerap kali ia menemukan banyak toko penjual obat yang meletakkan di etalase, tapi sayangnya etalase kaca itu tetap bisa tembus sinar matahari. Padahal umumnya banyak aturan dalam kemasan obat, yang mayoritas berisi pesan larangan disimpan di tempat terpapar sinar matahari langsung.
Baca Juga: Viral Karyawan Apotek Gelapkan Uang Rp 500 Ribu per Hari, Sampai Bisa Beli iPhone Hingga Mobil
"Tetap harus pakai suhu yang diharapkan, kalau suhu berbeda sifat obat akan berbeda," jelas dr. Lusy.
Perlu diketahui, apoteker memiliki peranan penting di Indonesia. Salah satunya untuk menjembatani gap rasio profesi antara dokter dan akses kesehatan penduduk Indonesia.
Data Kementerian Kesehatan, pada 2023 menyebutkan jumlah apoteker di Indonesia baru mencapai 130.643 orang. Ini artinya, 1 apoteker menangani 2.134 penduduk. Padahal, menurut Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), rasio idealnya adalah 0,8 hingga 1 apoteker per 1.000 penduduk.
Untuk menjembatani gap atau kesenjangan ini tenaga kesehatan ini, teknologi komunitas farmasi seperti PharmAcademy bisa sangat membantu memberikan emudahan akses terhadap modul pengetahuan dan keterampilan guna meningkatkan kompetensi. Bahkan, PharmAcademy memungkinkan apoteker mendapatkan poin Pengembangan Profesional Berkelanjutan (CPD) untuk mendorong kemajuan karir mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal