Suara.com - Bayi yang telah didiagnosa mengidap alergi protein susu sapi harus segera dibatasi sumber makanan dan minumannya. Terutama makanan dan minuman yang mengandung susu sapi dan produk turunannya itu sama sekali tidak boleh dikonsumsi sedikit pun.
Agar anak tetap terpenuhi asupan gizinya, dokter spesialis anak konsultan alergi imunologi Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, Sp.A(K)., menyampaikan, bayi sebaiknya tetap diberikan ASI atau pun susu formula khusus untuk anak alergi susu sapi. Hanya saja, prof. Budi menegaskan, jangan memberikan anak dengan susu kambing sebagai pengganti susu sapi.
"Ini sering sekali saya temui, susu kambing itu tidak bisa menggantikan susu sapi karena susunannya sama. Jadi tidak boleh menggantikan protein susu sapi dengan susu kambing," jelas prof Budi dalam webinar bersama media, Selasa (25/6/2024).
Prof Budi menyampaikan bahwa nutrisi terbaik untuk anak yang alergi protein susu sapi ialah ASI. Selain kandungan gizinya lengkap, ASI juga bisa mempercepat anak alami remisi terhadap reaksi alerginya. Akan tetapi, ibu juga tidak boleh konsumsi apa pun yang mengandung susu sapi maupun produk turunannya selama menyusui.
"ASI juga mengandung polisakarida yang identik dengan probiotik. ASI juga mengandung kuman hidup yang sangat bermanfaat. Jadi ada probiotik, prebiotik, itu semua bantu supaya cepat remisi," tuturnya.
Apabila bayi tak bisa dapatkan ASI, maka boleh diberika susu formula khusus alergi susu sapi. Ada tiga jenis susu formula yang boleh diberikan kepada bayi dengan alergi protein susu sapi, kata prof. Budi. Yakni, susu formula terhidrolisis ekstenaif untuk gejala alergi ringan dan sedang.
Apabila gejala alergi audah berat, maka harus diberikan susu formula asam amino. Itu sebabnya, orang tua perlu lakukan konsultasi kepada dokter anak untuk menentukan derajat keparahan alergi anak. Hanya saja, diakui oleh prof Budi kalau rata-rata susu formula khusus alergi itu harganya lebih mahal.
"Sebagai alternatif kalau ada masalah dana untuk susu formula, maka boleh diberikan sufor soya," pesannya.
Baca Juga: Rekomendasi Susu Penambah Nafsu Makan Anak dari Merk Lokal, BPOM dan Halal Dikonsumsi
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?