Suara.com - Sunat atau sirkumsisi merupakan prosedur medis yang dilakukan kepada anak laki-laki. Sunat dilakukan dengan cara memotong sebagian kulit yang menutupi ujung penis, yang disebut sebagai kulup.
Prosedur ini bukan hanya umum pada anak-anak, tetapi juga banyak dilakukan oleh pria dewasa yang belum sempat menjalani sunat saat masih kecil. Lalu, apa saja manfaat dari sunat bagi pria dewasa? Mengutip Hello Sehat, Selasa (9/7/2024) berikut adalah beberapa keuntungan yang bisa didapatkan:
Menjaga Kebersihan Penis
Dengan sunat, kebersihan penis terutama di bagian kepala menjadi lebih terjaga. Ini karena area yang biasanya tertutup kulup akan lebih mudah dibersihkan.
Mengurangi Risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Pria yang disunat memiliki risiko lebih rendah terkena infeksi saluran kemih. Ini adalah manfaat yang signifikan, mengingat infeksi ini bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan jika tidak ditangani dengan baik.
Mencegah Fimosis
Fimosis adalah kondisi di mana kulup tidak bisa ditarik ke belakang saat penis ereksi. Sunat dapat mencegah terjadinya masalah ini.
Mencegah Balanitis
Baca Juga: Profil-Pendidikan 3 Anak SYL, Ikut Pakai Uang Negara Buat Sunat dan Skincare
Balanitis adalah peradangan yang terjadi pada area kulup dan kepala penis. Dengan sunat, risiko terkena balanitis dapat berkurang secara signifikan.
Mengurangi Penularan Penyakit Kelamin
Penelitian menunjukkan bahwa sunat dapat membantu mengurangi risiko penularan beberapa penyakit kelamin, seperti HIV, HPV, herpes genital, dan sifilis.
Mengutip WebMD, sunat dapat dilakukan pada usia berapa pun. Jika Anda belum disunat saat anak-anak, Anda bisa memilih untuk melakukannya nanti karena alasan pribadi atau medis. Dokter mungkin menyarankan sunat dewasa jika Anda mengalami kondisi berikut:
Infeksi Berulang pada Kulup
Jika Anda sering mengalami infeksi pada kulup yang tidak kunjung sembuh meski sudah diobati, sunat bisa menjadi solusi yang efektif.
Fimosis
Jika Anda tidak bisa menarik kulup dari ujung penis, kondisi ini disebut fimosis dan sunat bisa membantu mengatasinya.
Pemulihan Pasca Sunat Dewasa
Sementara laman Medical News Today, pemulihan setelah sunat dewasa bisa memakan waktu hingga 6 minggu. Pada dua minggu pertama, penis mungkin akan terasa sangat sensitif. Jahitan yang digunakan biasanya dapat larut sendiri dalam waktu 2–3 minggu. Disarankan untuk menjaga area tetap kering selama 48 jam pertama dan menghindari berenang selama dua minggu.
Berikut adalah beberapa tips untuk membantu pemulihan:
Pakaian Longgar
Pakailah pakaian yang longgar selama beberapa hari pertama setelah prosedur untuk mengurangi gesekan dan iritasi pada area yang baru disunat.
Hindari Aktivitas Seksual
Sebaiknya hindari aktivitas seksual selama 4 minggu untuk memberikan waktu bagi area yang disunat untuk sembuh dengan baik.
Mengurangi Rasa Nyeri
Mengoleskan petroleum jelly bisa membantu mengurangi rasa gatal dan nyeri, serta mencegah jahitan menempel pada pakaian. Jika mengalami ketidaknyamanan, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) bisa digunakan untuk meredakan rasa sakit.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi