Suara.com - Rumah Sakit Jantung UEA-Indonesia dengan kapasitas 135 tempat tidur akan menjadi rumah sakit pertama yang didirikan sebagai bagian dari program UAE Global Hospital Program.
Penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia, terutama penyakit jantung iskemik dan stroke. Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, penyakit kardiovaskular menyumbang sekitar 35% dari seluruh kematian di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Beban penyakit ini meningkat secara signifikan akibat perubahan gaya hidup, urbanisasi, dan populasi yang menua.
Meskipun cakupan layanan kesehatan melalui program asuransi nasional telah diperluas, sistem pelayanan kesehatan masih kesulitan dalam mengelola peningkatan insiden penyakit jantung secara efektif. Selain itu, akses ke fasilitas kesehatan masih belum merata, terutama di daerah pedesaan dan terpencil di Indonesia, di mana sekitar 70% dari populasi Indonesia tinggal.
Dibandingkan di kota besar seperti Jakarta, akses secara keseluruhan ke layanan kesehatan spesialis dan berkualitas tinggi di kota Solo masih terbatas. Untuk menjembatani kesenjangan fasilitas kesehatan ini, dibangunlah Rumah Sakit Jantung UEA-Indonesia, sebuah proyek kesehatan internasional perintis hasil kerja sama antara Indonesia dan Uni Emirat Arab.
Berlokasi di Solo, rumah sakit ini merupakan fasilitas pertama yang didirikan di bawah UAE Global Hospital Program, yang pembangunannya diharapkan selesai pada kuartal terahir tahun 2024.
Rumah Sakit Jantung UEA-Indonesia memiliki 135 tempat tidur dan dilengkapi dengan fasilitas lengkap, termasuk layanan rawat jalan dan rawat inap dengan ruang perawatan khusus, serta unit gawat darurat yang modern.
Rumah sakit baru ini diharapkan dapat menetapkan standar baru dalam perawatan jantung yang akan meningkatkan hasil pengobatan bagi pasien jantung di Indonesia secara signifikan.
Rumah sakit ini juga mengintegrasikan teknologi medis canggih dan praktik pembangunan berkelanjutan, seperti penggunaan bahan baku lokal, penampungan air hujan, integrasi ekologi, dan pembangkit listrik tenaga surya bersih di dalam kampus, yang sejalan dengan komitmen kedua negara terhadap keberlanjutan lingkungan.
Program ini tak hanya mencerminkan komitmen jangka panjang Uni Emirat Arab terhadap kesetaraan kesehatan global dan kerja sama internasional, tetapi juga merupakan investasi signifikan dalam mendukung kesehatan global melalui Zayed Humanitarian Legacy Initiative, yang akan mendukung lembaga dan proyek yang bekerja untuk memberikan bantuan, mengatasi ketimpangan, dan memajukan solusi pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga: Sempat Berhenti Akibat Serangan dari Israel, Dua Rumah Sakit di Kota Gaza Kembali Beroperasi
Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab, H.E. Husin Bagis, berharap bahwa Rumah Sakit Jantung UEA-Indonesia akan menjadi rumah sakit kardiologi terbaik di ASEAN.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
Terkini
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas