Istilah "stroke ringan" dan "stroke berat" sering digunakan oleh dokter untuk mempermudah pemahaman pasien dan mengurangi ketakutan. Dalam budaya Ketimuran, pendekatan yang halus sering diadopsi untuk menjaga perasaan pasien dan keluarganya. Dokter menghindari istilah yang terlalu menakutkan atau gamblang untuk menghindari kesalahpahaman dan menjaga komunikasi yang efektif.
Penanganan dan Pencegahan
Mengenali gejala stroke dan mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin sangat penting untuk mengurangi kerusakan otak dan meningkatkan peluang pemulihan. Gejala stroke dapat termasuk:
- Kelemahan mendadak pada wajah, lengan, atau kaki, terutama pada satu sisi tubuh.
- Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan.
- Kebingungan mendadak.
- Masalah penglihatan pada satu atau kedua mata.
- Kesulitan berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan atau koordinasi.
- Sakit kepala parah yang muncul tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas.
Pencegahan stroke meliputi menjaga gaya hidup sehat, seperti:
- Mengontrol tekanan darah.
- Mengatur kadar kolesterol.
- Berhenti merokok.
- Mengurangi konsumsi alkohol.
- Menjaga berat badan sehat.
- Mengelola diabetes.
- Berolahraga secara teratur.
- Mengonsumsi makanan sehat.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang stroke dan langkah-langkah pencegahannya, kita dapat lebih waspada terhadap risiko stroke dan melakukan upaya untuk menjaga kesehatan otak kita.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
-
Sosok Meriyati Roeslani, Istri Jenderal Hoegeng yang Meninggal pada Usia 100 Tahun
-
Istri Jenderal Hoegeng Meninggal di Usia 100 Tahun, Dimakamkan Besok
-
Kembalikan Uang Keuntungan Rp5,1 Miliar, Pengakuan Saksi di Sidang Korupsi Chromebook: Saya Takut
Terkini
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai