Suara.com - Angin duduk dalam istilah medis disebut angina. Bukan sekadar masuk angin seperti yang diyakini banyak orang, angin duduk merupakan penyakit yang terjadi karena adanya gangguan pasokan oksigen dalam darah ke otot jantung. Sebelum hal buruk terjadi, ketahui cara mengobati angin duduk menurut medis.
Pasokan darah ke otot jantung dapat mengalami gangguan jika terjadi penyempitan pembuluh darah. Angin duduk bisa terjadi secara mendadak dan dapat menyerang siapa saja. Penyakit angin duduk juga dapat menyebabkan kematian.
Lalu, apa saja faktor yang dapat meningkatkan risiko terserang angin duduk? Simak faktor risikonya di bawah ini:
- kadar kolesterol tinggi
- mengidap penyakit diabetes
- memiliki riwayat hipertensi
- stres
- kelebihan berat badan atau obesitas
- aktif merokok
Seseorang yang terserang angin duduk biasanya akan mengalami gejala berupa nyeri dada yang menjalar dari lengan kiri, leher, rahang, dan punggung. Lalu, apa lagi gejala angin duduk?
- Dada terhimpit
- Sesak napas
- Mual
- Tubuh merasa lelah
- Pusing
- Gelisah
- Mengeluarkan keringat berlebihan
- Pingsan
Cara mengobati angin duduk menurut medis
Keluhan angin duduk lebih sering muncul pada seseorang yang sedang beraktivitas. Rasa nyeri dada akibat angin duduk sering mirip dengan nyeri dada akibat penyakit lain, bahkan sering dikira sebagai masuk angin. Namun, angin duduk tak bisa dianggap sepele. Kamu harus segera menemui dokter agar mendapatkan diagnosis yang akurat, serta penanganan lebih dini guna menghindari dampak yang lebih serius.
Lalu, bagaimana penanganannya? Cara mengobati angin duduk menurut medis adalah segera lakukan pemeriksaan dan pengobatan bila menderita hipertensi. Seperti yang dijelaskan di atas, hipertensi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya angin duduk. Dan jika kamu tiba-tiba mengalami gejala angin duduk, segera pergi ke instalasi gawat darurat di rumah sakit terdekat.
Di rumah sakit, biasanya petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan seperti berikut:
- Elektrokardiografi: Mengamati irama aliran listrik jantung yang dapat bermasalah jika memiliki riwayat penyakit jantung koroner.
- Ekokardiografi : mengamati struktur jantung menggunakan gelombang suara.
- Kateterisasi Jantung : melihat pembuluh darah koroner jantung, menggunakan foto rontgent dibantuk dengan suntik zat pewarna ke pembuluh darah.
- CT Scan : untuk melihat gambaran dan kelainan pada jantung. Jika ada masalah bisa ditemukan sejak dini dengan cara ini.
Jika memang terjadi gangguan pasokan oksigen dalam darah ke otot jantung, dokter akan meresepkan obat yang sama dengan penderita penyakit jantung seperti nitrat, yang berfungsi untuk melemaskan pembuluh darah yang kaku agar darah mengalir lancar ke jantung. Selain itu, pasien akan diberi obat pengencer darah untuk mencegah sel darah menggumpal. Beberapa contoh obat pengencer darah adalah aspirin, clopidogral, dan ticagrelor.
Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Masuk Angin Pada Anak
Pasien juga mungkin akan diberi antagonis kalsium yang dapat melancarkan aliran darah jantung dan mencegah angin duduk. Obat yang termasuk dalam golongan antagonis kalsium adalah amlodipine dan diltiazem.
Demikian itu beberapa cara mengobati angin duduk menurut medis.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik