Suara.com - Dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu, dr. Ririen Razika Ramdhani, mengingatkan pentingnya deteksi dini untuk mencegah kanker paru.
Dalam wawancara terbaru, dr. Ririen menekankan beberapa gejala kanker paru yang perlu diwaspadai agar dapat diidentifikasi sejak awal.
Menurut dr. Ririen, gejala awal kanker paru sering kali muncul ketika tumor sudah mempengaruhi selaput paru. Salah satu tanda awal adalah batuk yang tidak kunjung sembuh dan sesak napas yang tidak dapat dikaitkan dengan penyakit lain.
"Tumor dapat menghambat saluran napas dan ketika ukurannya membesar, dapat menyebabkan pengumpulan cairan dalam rongga dada, yang berimbas pada penyebaran tumor ke bagian lain paru," jelas dr. Ririen, seperti dikutip dari Antara pada Rabu (13/8/2024).
Selain batuk dan sesak napas, batuk darah juga merupakan indikator penting bahwa kanker paru mungkin sudah berada di stadium lanjut.
Tumor yang berada di area pusat paru dapat membentuk rongga yang melukai pembuluh darah. Dr. Ririen menambahkan, gejala lain yang sering dikeluhkan adalah nyeri dada akibat tekanan tumor pada saraf dan pembuluh darah.
Kondisi kanker paru di Indonesia sering kali didiagnosis pada stadium lanjut. Data dari Rumah Sakit menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berusia antara 40 hingga 60 tahun, dan mayoritasnya adalah laki-laki.
Oleh karena itu, deteksi dini dan skrining sangat penting. Dr. Ririen mengingatkan bahwa faktor risiko seperti merokok, polusi, dan paparan asbes harus dihindari untuk mencegah kanker paru.
"Meningkatkan kesadaran tentang deteksi dini dan melakukan skrining secara rutin adalah langkah penting untuk menurunkan angka kasus baru kanker paru," kata dr. Ririen.
Bagi mereka yang sudah terpapar risiko, disarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan seperti Low Dose CT Scan untuk meningkatkan harapan hidup. (Antara)
Berita Terkait
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Kanker Paru Kerap Terlambat Diketahui, Cegah dengan Deteksi DIni Ini
-
Kanker Paru Kian Banyak Renggut Nyawa, Himpunan Dokter Desak Deteksi Dini
-
Perokok Aktif Usia 40 Tahun Wajib Skrining Kanker Paru, Ini Alasannya
-
Waspada Kanker Paru-Paru, Yuk Kenali Cirinya!
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional