Suara.com - Terapi pijat refleksi telah lama digunakan sebagai salah satu metode pengobatan alternatif yang memiliki banyak manfaat. Di Indonesia, terapi ini semakin populer berkat berbagai hasil penelitian yang menunjukkan efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas hidup.
Artikel yang disadur dari pafiboyolalikab.org ini akan mengupas tuntas tujuh manfaat luar biasa terapi pijat refleksi untuk kesehatan.
1. Meredakan Stres dan Kecemasan
Kamu mungkin sering mendengar bahwa terapi pijat refleksi bisa membantu meredakan stres dan kecemasan. Penelitian di Indonesia telah membuktikan hal ini. Studi yang dilakukan oleh Universitas Indonesia pada 2019 menunjukkan bahwa terapi pijat refleksi secara signifikan dapat menurunkan tingkat kortisol atau hormon stres dalam tubuh. Ini karena refleksi pada titik tertentu di kaki dan tangan merangsang produksi hormon endorfin, yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan.
2. Meningkatkan Sirkulasi Darah
Sirkulasi darah yang lancar sangat penting untuk kesehatan keseluruhan tubuh. Melalui pemijatan pada titik-titik refleks tertentu, darah dipacu untuk mengalir lebih baik sehingga distribusi oksigen dan nutrisi ke berbagai organ tubuh menjadi lebih efisien. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia menunjukkan bahwa pasien hipertensi yang menjalani terapi pijat refleksi selama 8 minggu mengalami penurunan tekanan darah yang signifikan.
3. Membantu Mengurangi Nyeri Kronis
Bagi kamu yang menderita nyeri kronis, terapi pijat refleksi bisa menjadi solusi yang efektif. Pusat Riset dan Pengembangan Kesehatan, Badan Litbangkes Kemenkes RI, menemukan bahwa refleksi pada titik tertentu di kaki dapat mengurangi nyeri punggung bawah dan nyeri kepala, termasuk migrain. Mekanisme ini bekerja dengan cara menghambat jalur nyeri melalui sistem saraf pusat.
4. Meningkatkan Kualitas Tidur
Kamu sering mengalami insomnia atau tidur yang tidak nyenyak? Terapi pijat refleksi bisa membantu kamu tidur lebih nyenyak. Studi di Indonesia menemukan bahwa pasien yang menerima terapi ini selama satu bulan mengalami peningkatan kualitas tidur hingga 60%. Refleksi pada titik tidur dapat merangsang sistem saraf parasimpatik yang membuat tubuh lebih rileks dan siap untuk tidur.
5. Meningkatkan Fungsi Imun
Pemijatan pada titik refleks tertentu juga bisa meningkatkan sistem imun sehingga tubuh lebih kuat melawan penyakit. Menurut penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, terapi pijat refleksi dapat meningkatkan jumlah sel darah putih yang berperan penting dalam sistem pertahanan tubuh.
6. Membantu Proses Detoksifikasi
Selain meningkatkan sirkulasi darah, terapi pijat refleksi juga membantu proses detoksifikasi tubuh. Pijatan pada titik-titik refleks mampu merangsang organ detoksifikasi seperti hati, paru-paru, dan ginjal untuk bekerja lebih efisien. Hasil studi dari Universitas Gadjah Mada menyatakan bahwa 75% pasien yang menjalani terapi refleksi merasakan adanya peningkatan dalam fungsi metabolisme tubuh.
7. Membantu Mengatasi Masalah Pencernaan
Masalah pencernaan seperti sembelit, diare, dan kembung sering kali diabaikan, padahal dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Terapi pijat refleksi dapat mengaktifkan titik-titik refleks yang berhubungan dengan sistem pencernaan, sehingga membantu memperbaiki proses pencernaan. Penelitian yang dilakukan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa 80% pasien gastritis mengalami penurunan gejala setelah menjalani terapi pijat refleksi selama beberapa minggu.
Baca Juga: Minum Susu Segelas Sehari Pangkas Risiko Kanker Usus hingga 17 Persen? Ini Kata Studi Terbaru
Kesimpulan
Terapi pijat refleksi bukan hanya sekadar metode relaksasi, tapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan yang telah terbukti secara ilmiah. Dari meredakan stres, meningkatkan sirkulasi darah, hingga membantu proses detoksifikasi, terapi ini menawarkan solusi yang efektif dan alami untuk berbagai masalah kesehatan. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang manfaat terapi pijat refleksi, kamu bisa mempertimbangkan untuk mencoba terapi ini sebagai bagian dari perawatan kesehatan rutin kamu.
Selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum memulai terapi apa pun agar manfaat yang kamu dapatkan bisa optimal. Bagaimana, siap mencoba terapi pijat refleksi?
Berita Terkait
-
Minum Susu Segelas Sehari Pangkas Risiko Kanker Usus hingga 17 Persen? Ini Kata Studi Terbaru
-
Apa Manfaat Air Kelapa Muda? Ini 7 Waktu Terbaik Meminumnya!
-
Daftar 3 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Buah Semangka, Wajib Tahu!
-
5 Manfaat Terapi Bekam yang Harus Kamu Ketahui untuk Kesehatan Tubuh
-
10 Manfaat Daun Kelor, Disebut Bisa Gantikan Susu untuk Program Makan Bergizi Gratis
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?