Suara.com - Menjadi salah satu prosedur yang belakangan populer, tidak sedikit masyarakat yang penasaran dengan bagaimana cara melakukan cuci hidung. Istilah ini digunakan karena proses tersebut menggunakan air yang disemprotkan atau disuntikkan ke dalam hidung untuk membersihkannya.
Hidung secara praktis adalah pintu masuk utama bagi berbagai kotoran dan virus yang bisa menyebabkan penyakit. Jika tidak dibersihkan secara teratur, tubuh manusia dapat terserang berbagai penyakit, terlebih jika berada dalam kondisi imun yang kurang baik.
Bagaimana Cara Melakukan Cuci Hidung yang Benar?
Dilansir dari situs resmi mitrakeluarga.com, terdapat 7 langkah untuk melakukan prosedur cuci hidung yang benar.
- Pertama, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum mencuci hidung
- Kedua, buka larutan NaCl dengan transofix
- Ketiga, tuang larutan NaCl secukupnya ke dalam gelas, lalu ambil cairan menggunakan spuit dengan takaran 10 cc
- Keempat, arahkan kepala dengan posisi miring 45 derajat dan condong pada salah satu sisi, kemudian arahkan spuit ke salah satu lubang hidung. Jika arah kepala miring ke kiri, maka spuit diarahkan ke lubang hidung kiri
- Kelima, bernapas menggunakan mulut dan tahan, kemudian semprotkan cairan NaCl ke dalam hingga rongga atas hidung dan keluar ke lubang hidung. Jika disemprotkan ke hidung kiri maka ktoran akan keluar dari hidung kanan
- Keenam, bersihkan sisa mucus atau ingus dengan lap atau tisu
- Ketujuh, cuci tangan kembali dengan sabun hingga benar-benar bersih
Mudah dan praktis bukan? Meski demikian mungkin diperlukan beberapa kali percobaan agar prosedur ini bisa dilakukan sendiri di rumah. Jika ragu, Anda dapat meminta bantuan dengan melakukannya di rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.
4 Manfaat Cuci Hidung
Setidaknya terdapat 4 manfaat mendasar yang dapat diperoleh dengan melakukan prosedur cuci hidung ini.
- Membersihkan hidung dari kotoran dan virus yang mengendap
- Mencegah timbul dan kambuhnya penyakit alergi pernapasan
- Menyembuhkan peradangan pada hidung dan sinus
- Mengurangi penggunaan obat sintetik pada gangguan saluran pernapasan
Anda dapat melakukan prosedur ini sesuai dengan rekomendasi dokter, sehingga memperoleh manfaat maksimal dari prosedur yang dijalankan.
Untuk mencari tahu lebih jauh, banyak video yang diunggah di media sosial yang menampilkan prosedur cuci hidung dengan jelas. Meski tetap disarankan untuk berkunjung ke dokter atau fasilitas kesehatan, setidaknya kini Anda tahu cara melakukan cuci hidung secara sederhana. Semoga berguna, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda berikutnya!
Baca Juga: Rey Mbayang Akui Lakukan Septorhinoplasty untuk Perbaiki Hidung, Apa Bedanya dengan Rhinoplasty?
Viral! Ibu Bersihkan Hidung Bayi dengan Irigasi Hidung, Amankah?
Bayi sering mengalami hidung tersumbat tetapi belum bisa meniup atau mengoreknya sendiri. Baru-baru ini, viral video seorang ibu menyemprotkan air ke hidung bayinya hingga lendir keluar, membuatnya lebih nyaman.
Metode ini dikenal sebagai irigasi hidung atau cuci hidung. Menurut Dr. Gina Posner, cara ini efektif jika dilakukan dengan benar, tetapi penggunaan jarum suntik tidak disarankan. Neti pot lebih aman karena dirancang khusus untuk membilas hidung.
Prosesnya melibatkan air steril dan larutan garam yang disemprotkan ke satu lubang hidung hingga keluar dari lubang lainnya, membawa kotoran. Namun, penting menggunakan air steril, bukan air keran, untuk menghindari risiko infeksi serius.
Dr. Daniel Ganjian menambahkan, jika bayi menelan lendir selama proses ini, tidak perlu khawatir—asam lambung akan menghancurkannya secara alami.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini