Kedua, praktik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dalam bisa menjadi ritual malam hari yang menenangkan.
“Luangkan waktu untuk aktivitas ini sebelum tidur agar tubuh dan pikiran lebih siap untuk beristirahat,” sarannya.
Aktivitas lain yang membantu menciptakan suasana tenang antara lain membaca buku ringan, mandi air hangat, hingga mendengarkan musik lembut atau suara alam. Semua ini bertujuan menenangkan sistem saraf dan menyiapkan tubuh untuk tidur.
Bagi yang sering merasa cemas atau gelisah, menulis jurnal bisa jadi solusi. Mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui tulisan sebelum tidur membantu menenangkan pikiran yang bergejolak.
Dari sisi nutrisi, Kasandra menyarankan untuk menghindari makanan berat, kafein, dan alkohol menjelang tidur. Sebaliknya, konsumsi minuman herbal seperti teh chamomile, peppermint, atau lavender bisa membantu tubuh lebih rileks.
Jus ceri tart juga direkomendasikan karena mengandung melatonin alami yang mendukung tidur nyenyak. Makanan kaya magnesium seperti bayam dan kale pun bermanfaat untuk merelaksasi otot.
Kasandra menekankan bahwa memperbaiki pola tidur bukanlah proses instan. "Butuh waktu dan konsistensi. Tetaplah bersabar dan ikuti rutinitas yang sehat agar tubuh bisa beradaptasi secara perlahan," tutupnya.
Tidur adalah kebutuhan, bukan kemewahan. Maka, menjaga kualitas tidur bukan sekadar rutinitas malam, tetapi investasi jangka panjang untuk kesehatan fisik, mental, dan kualitas hidup secara menyeluruh.
Baca Juga: Pola Tidur Pengaruhi Perilaku dan Emosi Anak? Ini Faktanya
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital