Suara.com - Sains dan teknologi kesehatan terus mengalami perkembangan pesat, terutama dalam bidang diagnosis penyakit. Salah satu inovasi penting yang kini banyak dikembangkan adalah teknologi genomik. Teknologi ini memungkinkan pemahaman lebih dalam mengenai penyakit hingga ke tingkat genetik, sehingga mendukung lahirnya pengobatan yang lebih presisi dan personal.
Teknologi genomik berfokus pada studi tentang genom—seluruh rangkaian DNA dalam organisme. Berikut beberapa fakta penting tentang teknologi ini:
Menganalisis Informasi Genetik
Teknologi genomik memungkinkan ilmuwan untuk membaca, memahami, dan memetakan informasi genetik makhluk hidup. Ini penting untuk memahami bagaimana gen mempengaruhi kesehatan dan risiko penyakit.
Mendukung Diagnosis Dini
Dengan mengidentifikasi mutasi atau variasi genetik, teknologi ini dapat membantu diagnosis penyakit lebih dini, bahkan sebelum gejala muncul, sehingga pengobatan bisa diberikan lebih cepat dan lebih tepat.
Mendorong Pengobatan Presisi
Teknologi genomik membuka jalan bagi personalized medicine—pengobatan yang dirancang khusus berdasarkan karakteristik genetik individu, bukan pendekatan satu ukuran untuk semua.
Memanfaatkan Next-Generation Sequencing (NGS)
Baca Juga: Jangan Sampai Nyesel! Olahraga Padel Ternyata Bisa Bikin Mata Rusak Parah, Ini Kata Dokter
NGS adalah teknologi kunci dalam genomik modern yang memungkinkan analisis DNA dan RNA dengan kecepatan tinggi, biaya lebih rendah, dan akurasi yang lebih baik.
Aplikasi Luas di Berbagai Bidang
Selain bidang kesehatan, teknologi genomik juga digunakan dalam pertanian, mikrobiologi, serta penelitian biodiversitas untuk mengembangkan tanaman unggul dan mengatasi penyakit tanaman atau hewan.
Illumina Genomics Summit Indonesia: Mendorong Ekosistem Genomik Nasional
Teknologi genomik menjadi pusat perhatian dalam Illumina Genomics Summit Indonesia, sebuah acara penting yang digelar oleh Illumina Inc. bekerja sama dengan Pandu Biosains. Acara ini mempertemukan lebih dari 300 ahli dari berbagai sektor, termasuk pemerintah, industri, akademisi, dan profesional kesehatan, untuk memperkuat ekosistem genomik nasional.
Indri Rooslamiati, M.Sc., Apt., dari Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan (BB Binomika) menegaskan bahwa kolaborasi strategis dengan perusahaan teknologi seperti Illumina penting untuk memperkuat infrastruktur sekuensing di Indonesia. Ini menjadi langkah besar dalam mengintegrasikan teknologi genomik ke dalam sistem layanan kesehatan nasional.
Saat ini, Indonesia masih menghadapi beban besar dari penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular, yang mempengaruhi lebih dari 25 juta penduduk. Dengan teknologi Next-Generation Sequencing (NGS), diagnosis bisa dilakukan lebih akurat dan personal, sehingga membuka jalan untuk transformasi pelayanan kesehatan.
Sebagai bagian dari acara ini, Illumina memperkenalkan inovasi terbarunya, MiSeq™ i100, sebuah alat sekuensing generasi baru yang menawarkan solusi terjangkau, mudah digunakan, dan mampu menghasilkan data berkualitas tinggi. Perangkat ini dirancang untuk mempercepat riset genomik bahkan untuk pengguna yang baru memulai dalam bidang NGS.
Gianina Miranda Sebayang, Country Manager Illumina Indonesia, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung prioritas kesehatan nasional melalui kolaborasi jangka panjang, termasuk mendukung inisiatif seperti BGSi (Badan Genomik dan Bioteknologi Indonesia).
Presiden Direktur Pandu Biosains, Ria Putri Rahmadani, optimis bahwa dalam lima tahun ke depan, pasar genomik Indonesia akan tumbuh pesat. Dukungan dari pemerintah dan kemajuan teknologi menjadi faktor utama yang mempercepat perkembangan ini.
Tidak hanya fokus pada kesehatan manusia, penerapan genomik di Indonesia juga mulai merambah bidang pertanian, mikrobiologi, hingga riset genetik non-manusia. Dengan pendekatan lintas sektor ini, teknologi genomik diharapkan membawa dampak besar bagi kesejahteraan bangsa.
Selain itu, dalam konferensi Advances in Genome Biology and Technology (AGBT), Illumina memperkenalkan rangkaian solusi omics baru, termasuk analisis sel tunggal, transkriptomik spasial, dan teknologi CRISPR, yang semakin memperkuat penelitian di bidang ini.
Dengan berkembangnya pengobatan presisi dan adopsi teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI), masa depan layanan kesehatan di Indonesia terlihat sangat menjanjikan. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan penyedia teknologi seperti Illumina menjadi kunci untuk memperluas akses dan menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Perkembangan sains dan teknologi kesehatan untuk diagnosis berbasis genomik bukan hanya soal kemajuan teknologi, melainkan juga tentang menciptakan masa depan kesehatan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih personal bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD