Suara.com - Musim liburan sering kali identik dengan euforia perjalanan jauh, momen bersantai bersama keluarga, dan menjelajah destinasi impian.
Namun, di balik semangat itu, banyak yang lupa satu hal penting, melindungi tubuh dari serangan influenza. Terlebih sebenarnya, penyakit bukan hanya sekadar pilek biasa.
Flu bisa menyerang dengan gejala berat secara tiba-tiba dan mengganggu seluruh rangkaian liburan yang telah direncanakan dengan matang. Tentu saja kita tak mau hal ini terjadi bukan?
Gejala Influenza yang Tidak Boleh Diremehkan
Influenza atau flu berat memiliki gejala yang lebih intens dibandingkan flu ringan. Beberapa tandanya antara lain:
- Demam tinggi (38–40°C)
- Rasa menggigil dan kelelahan ekstrem
- Nyeri di kepala dan sekitar mata
- Pegal-pegal di otot dan sendi
- Batuk serta sakit tenggorokan
- Hidung tersumbat atau meler
Pada anak-anak dan kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit kronis, gejala tersebut bisa disertai mual, muntah, bahkan kejang dalam kondisi berat.
Mengapa Vaksin Influenza Wajib Sebelum Liburan?
Menurut dr. Alius Cahyadi, Sp.PD, FPCP, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Bethsaida Hospital Gading Serpong, vaksinasi influenza penting sebagai perlindungan tambahan, khususnya bagi mereka yang akan melakukan perjalanan jauh.
“Fungsi vaksinasi influenza adalah sebagai amunisi dan bentuk perlindungan tambahan tubuh terhadap paparan virus di perjalanan. Vaksin ini direkomendasikan diberikan satu tahun sekali pada orang dewasa untuk memastikan perlindungan yang optimal,” ungkap dr. Alius.
Baca Juga: Mini Zoo di Mal? Intip Keseruan Liburan Sekolah Bersama Baby Zu!
Bepergian membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi virus. Faktor seperti kelelahan, stres, paparan udara dalam ruangan tertutup, hingga perubahan cuaca dapat menurunkan daya tahan tubuh secara signifikan.
Lebih dari Sekadar Cegah Flu
Vaksin flu juga bukan hanya mencegah infeksi influenza. Dr. Alius menjelaskan bahwa vaksin ini juga berperan dalam mencegah komplikasi serius seperti radang paru-paru (pneumonia), bronkitis, hingga infeksi telinga dan sinus.
Bahkan jika orang yang sudah divaksin tetap tertular flu, gejala yang muncul biasanya jauh lebih ringan dan masa pemulihannya lebih singkat.
Tak hanya itu, vaksinasi juga berkontribusi pada herd immunity, atau perlindungan kelompok, yang sangat penting bagi orang-orang tercinta yang tidak bisa menerima vaksin karena kondisi medis tertentu.
Untuk membantu masyarakat tetap sehat selama liburan, Bethsaida Hospital Gading Serpong menyediakan layanan vaksinasi influenza dengan standar medis tinggi dan tim profesional yang berpengalaman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026