- Presiden Prabowo Subianto dikabarkan media Israel akan melakukan kunjungan bersejarah ke Israel pekan ini
- Kabar tersebut langsung dibantah tegas oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.
- Media-media internasional soroti isu Prabowo Subianto ke Israel.
Suara.com - Isu mengenai rencana kunjungan bersejarah Presiden Prabowo Subianto ke Israel dalam waktu dekat mencuat dari berbagai media Israel, namun secara resmi dibantah keras oleh Pemerintah Indonesia.
Spekulasi ini muncul di tengah partisipasi Prabowo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh, Mesir.
Menteri Luar Negeri Sugiono secara tegas membantah kabar tersebut kepada media, menyatakan bahwa "tidak ada rencana seperti itu."
Menurut Sugiono, agenda Presiden adalah kembali ke Jakarta segera setelah menghadiri KTT Gaza. Bantahan resmi ini langsung disiarkan oleh berbagai media besar di Indonesia, menegaskan posisi Jakarta yang tidak berubah terkait Israel.
Berikut adalah 5 fakta kunci terkait kabar spekulatif kunjungan Presiden Prabowo ke Israel:
1. Bantahan Resmi Pemerintah Indonesia
Menteri Luar Negeri Sugiono membantah secara lugas laporan yang menyebutkan Presiden Prabowo akan terbang ke Israel setelah dari Mesir.
Bantahan ini juga dikuatkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang menegaskan bahwa agenda Presiden sesuai rencana awal adalah kembali ke Tanah Air setelah KTT Perdamaian Sharm el-Sheikh selesai.
2. Partai Gerindra Sebut Hoaks
Baca Juga: Refleksi Satu Tahun Komunikasi Publik Pemerintahan Presiden Prabowo
"Hoaks!" Partai Gerindra menuliskan keterangan ini melalui akun media X, menanggapi kabar ini.
Dalam cuitan yang ditanggapi Gerindra tersebut, akun The Spetator Index menulis,"BREAKING: Israel's Channel 12 reports that Indonesia's president may visit Israel tomorrow"
3. Sumber Kabar dari Media Israel yang Tidak Disebutkan
Spekulasi ini berasal dari berbagai laporan media Israel, termasuk The Jerusalem Post dan The Times of Israel.
Media-media tersebut, seperti Channel 12, mengutip sumber tak bernama yang menyebutkan persiapan sedang dilakukan untuk kunjungan landmark tersebut, bahkan memprediksi kedatangan Prabowo bisa terjadi pada Selasa atau Rabu pekan ini.
Kunjungan ini akan menjadi yang pertama kali dilakukan oleh Kepala Negara Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'