News / Nasional
Selasa, 14 Oktober 2025 | 08:17 WIB
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Mesir. (foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto dikabarkan media Israel akan melakukan kunjungan bersejarah ke Israel pekan ini
  • Kabar tersebut langsung dibantah tegas oleh Menteri Luar Negeri Sugiono. 
  • Media-media internasional soroti isu Prabowo Subianto ke Israel.

Suara.com - Isu mengenai rencana kunjungan bersejarah Presiden Prabowo Subianto ke Israel dalam waktu dekat mencuat dari berbagai media Israel, namun secara resmi dibantah keras oleh Pemerintah Indonesia.

Spekulasi ini muncul di tengah partisipasi Prabowo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh, Mesir.

Menteri Luar Negeri Sugiono secara tegas membantah kabar tersebut kepada media, menyatakan bahwa "tidak ada rencana seperti itu."

Menurut Sugiono, agenda Presiden adalah kembali ke Jakarta segera setelah menghadiri KTT Gaza. Bantahan resmi ini langsung disiarkan oleh berbagai media besar di Indonesia, menegaskan posisi Jakarta yang tidak berubah terkait Israel.

Berikut adalah 5 fakta kunci terkait kabar spekulatif kunjungan Presiden Prabowo ke Israel:

1. Bantahan Resmi Pemerintah Indonesia

Menteri Luar Negeri Sugiono membantah secara lugas laporan yang menyebutkan Presiden Prabowo akan terbang ke Israel setelah dari Mesir.

Bantahan ini juga dikuatkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang menegaskan bahwa agenda Presiden sesuai rencana awal adalah kembali ke Tanah Air setelah KTT Perdamaian Sharm el-Sheikh selesai.

2. Partai Gerindra Sebut Hoaks

Baca Juga: Refleksi Satu Tahun Komunikasi Publik Pemerintahan Presiden Prabowo

"Hoaks!" Partai Gerindra menuliskan keterangan ini melalui akun media X, menanggapi kabar ini.

Dalam cuitan yang ditanggapi Gerindra tersebut, akun The Spetator Index menulis,"BREAKING: Israel's Channel 12 reports that Indonesia's president may visit Israel tomorrow"

3. Sumber Kabar dari Media Israel yang Tidak Disebutkan

Spekulasi ini berasal dari berbagai laporan media Israel, termasuk The Jerusalem Post dan The Times of Israel.

Media-media tersebut, seperti Channel 12, mengutip sumber tak bernama yang menyebutkan persiapan sedang dilakukan untuk kunjungan landmark tersebut, bahkan memprediksi kedatangan Prabowo bisa terjadi pada Selasa atau Rabu pekan ini.

Kunjungan ini akan menjadi yang pertama kali dilakukan oleh Kepala Negara Indonesia.

4. Kunjungan Historis yang Sensitif Secara Domestik

Indonesia adalah negara dengan populasi mayoritas Muslim terbesar di dunia dan tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Israel.

Kunjungan seorang Presiden akan menjadi tonggak sejarah dan berpotensi memberi sinyal pergerakan menuju normalisasi hubungan regional.

Namun, isu ini sangat sensitif dalam politik domestik Indonesia, sebagaimana terlihat dari kontroversi sebelumnya terkait delegasi olahraga Israel yang dilarang bertanding di Jakarta.

5. Berangkat dari Pidato PBB tentang Keamanan Israel

Spekulasi kunjungan ini meningkat menyusul pernyataan Prabowo pada September lalu di Sidang Umum PBB di New York.

Dalam pidatonya, Prabowo menyarankan perdamaian sejati mensyaratkan pengakuan atas hak Israel untuk hidup dalam keamanan, sekaligus memajukan pembentukan Negara Palestina yang merdeka (Two-State Solution).

Presiden Prabowo Subianto berpidato di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025). [Handout/Sekretariat Presiden]

Dia bahkan menutup pidatonya dengan sapaan "Shalom." Sebelumnya, Prabowo juga pernah menyatakan Jakarta akan mengakui Israel jika Israel mengakui Negara Palestina.

6. KTT Gaza sebagai Agenda Utama di Mesir

Prabowo melakukan perjalanan ke Mesir pada Senin (13/10/2025) untuk bergabung dengan para pemimpin dalam KTT di Sharm el-Sheikh.

KTT tersebut berfokus pada upaya konsolidasi gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera antara Israel dan Hamas.

Media Asia Tenggara melaporkan kehadiran Prabowo di Sharm setelah menerima "undangan mendadak." KTT ini sendiri menjadi perhatian internasional, mengingat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan memilih untuk tidak hadir.

Load More