- Gerakan peduli kanker payudara ini mengajak perempuan Indonesia lebih sadar akan pentingnya hidup sehat dan bebas lemak trans.
- Kampanye ini menjangkau jutaan orang melalui berbagai aktivitas edukatif dan inspiratif di seluruh Indonesia.
- Pesannya sederhana namun kuat: hidup sehat adalah bentuk cinta terhadap diri sendiri dan sesama pejuang kehidupan.
“Donasi yang kami serahkan merupakan hasil dukungan konsumen Forvita dari penjualan produk Forvita Tub. Kami ingin terus berkontribusi melalui edukasi dan kampanye kesehatan,” kata Wiranti Ratanattaya, Brand Manager Forvita.
Donasi tersebut diterima langsung oleh YKPI untuk mendukung program-program edukasi dan sosialisasi deteksi dini di berbagai daerah, termasuk pendampingan bagi penyintas dan penyediaan rumah singgah bagi pasien yang tengah berobat.
Kreasi Pink yang Penuh Makna
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian publik adalah kampanye “Kreasi Forvita Pink” — sebuah gerakan kreatif yang menggabungkan dunia kuliner dan kepedulian sosial. Masyarakat diajak membuat berbagai hidangan berwarna pink, seperti Banana Cherry Mini Cake dan Apple Pie Saffron, sebagai simbol solidaritas bagi para penyintas kanker payudara.
Melalui tagar #KreasiForvitaPink dan #CareForvitaLife, kampanye ini berhasil menjangkau jutaan orang secara daring dan luring di seluruh Indonesia.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian bisa diwujudkan dari hal sederhana—bahkan dari dapur rumah,” ujar Wiranti. “Selain lezat, setiap resep yang dibuat dengan margarin bebas lemak trans ini juga mencerminkan semangat hidup sehat.”
Kerja Sama yang Tak Berhenti di Oktober
YKPI menegaskan bahwa perjuangan melawan kanker payudara tak berhenti di Bulan Peduli Kanker saja. Edukasi, dukungan moral, serta gaya hidup sehat harus menjadi bagian dari rutinitas masyarakat.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi seperti ini membantu memperluas jangkauan edukasi, agar semakin banyak perempuan sadar pentingnya pemeriksaan dini,” tutur Linda.
Baca Juga: Langkah Krusial Buat Semua Perempuan, Gerakan Nasional Deteksi Dini Kanker Payudara Diluncurkan
Baik YKPI maupun Forvita berharap kerja sama ini menjadi gerakan berkelanjutan yang mendorong masyarakat hidup lebih sehat dan berani melawan stigma seputar kanker payudara.
Melawan kanker payudara bukan sekadar urusan medis—ini tentang mencintai diri sendiri. Dengan gaya hidup sehat, pemeriksaan rutin, dan solidaritas yang tumbuh di masyarakat, angka kanker payudara stadium lanjut bisa terus ditekan.
Seperti yang disampaikan Linda, “Bagi yang sedang berjuang, ingatlah: Anda tidak sendiri. Kami semua berjuang bersama.”
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional