- Indonesia merupakan salah satu dari tiga besar negara dengan kasus bibir sumbing tertinggi, membutuhkan penanganan operasi yang singkat dan aman.
- Operasi bibir sumbing ideal dilakukan pada usia 3 bulan (minimal 5 kg) dan langit-langit mulut pada 1 tahun (minimal 10 kg).
- Smile Train Indonesia mendukung ribuan operasi gratis tahunan, menekankan pentingnya nutrisi awal dan perawatan lanjutan pasca-operasi.
Suara.com - Bibir sumbing dan celah langit-langit mulut masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia. Country Manager Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, mengungkapkan bahwa Indonesia termasuk tiga besar negara dengan jumlah kasus sumbing tertinggi di dunia. Setiap tahun, ribuan bayi lahir dengan kondisi ini.
Tanpa penanganan dini, sumbing dapat memengaruhi kemampuan makan, berbicara, tumbuh kembang, hingga kondisi psikologis anak. Padahal, prosedur operasinya relatif singkat.
“Prosedur operasi sumbing dapat dilakukan dalam waktu sekitar 45 menit dengan standar keselamatan yang ketat dan dukungan tenaga medis profesional. Tindakan ini mampu mengubah kualitas hidup anak secara signifikan,” jelas Deasy.
Sejak 2002, Smile Train Indonesia telah mendukung sekitar 7.000 operasi gratis setiap tahun dan dalam waktu dekat akan mencapai hampir 200.000 operasi di seluruh Indonesia. Secara global, Smile Train telah mendukung lebih dari 2 juta operasi, dengan pasien ke-2 juta berasal dari Indonesia.
Kapan Waktu Ideal Operasi?
Dokter ahli bedah plastik mitra Smile Train Indonesia, dr. Yantoko, Sp.BP-RE, menegaskan bahwa waktu operasi sangat menentukan keberhasilan tindakan.
“Secara global sudah dirumuskan, anak optimal untuk pembiusan setelah usia 10 minggu atau sekitar 2,5 bulan. Namun agar mudah diingat, dibulatkan menjadi 3 bulan, dengan berat badan minimal 5 kilogram,” jelas dr. Yantoko.
Operasi bibir biasanya dilakukan pada usia 3 bulan dengan berat minimal 5 kg. Sementara operasi celah langit-langit dilakukan sekitar usia 1 tahun dengan berat badan ideal 10 kg.
Menurutnya, ada dua alasan utama penentuan waktu tersebut:
Baca Juga: Geger di Haji Nawi! Jasad Bayi Usia Sehari Dibuang di Tong Sampah, Dibungkus Tas Kertas
- Keamanan pembiusan. Pada usia dan berat badan yang cukup, risiko anestesi lebih rendah.
- Faktor anatomi. Jika bayi terlalu kecil (misalnya berat 2,5–3 kg), struktur anatominya masih sangat kecil sehingga hasil rekonstruksi tidak optimal.
“Kalau sudah 5 kilogram, anatominya lebih jelas, sehingga hasilnya lebih baik dan anak lebih aman,” ujarnya.
Berbeda dengan kondisi darurat seperti atresia ani yang harus segera dioperasi, bibir sumbing masih dapat dioptimalkan terlebih dahulu sebelum tindakan.
Pentingnya Nutrisi dan Cara Memberi Minum
Salah satu tantangan terbesar bayi dengan sumbing adalah kesulitan menyusu. Celah pada bibir atau langit-langit membuat proses mengisap tidak optimal, sehingga berat badan sulit naik.
dr. Yantoko menekankan bahwa posisi pemberian susu harus benar.
“Anak dengan sumbing harus diposisikan miring sekitar 45 derajat dan dalam keadaan sadar. Jangan diberikan saat tidur karena berisiko aspirasi,” jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan