-
Kemenkes mendeteksi 23 kasus positif Hantavirus di sembilan provinsi Indonesia.
-
Tiga pasien meninggal dunia akibat infeksi Hantavirus.
-
DKI Jakarta dan DIY menjadi wilayah dengan temuan kasus terbanyak.
Suara.com - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) baru saja mengungkap data kasus Hantavirus. Puluhan kasus Hantavirus ternyata terdeteksi pada 9 provinsi di Indonesia.
Dari puluhan kasus positif, Kemenkes mencatat bahwa terdapat 3 orang yang meninggal dunia.
Hantavirus 'viral' di kapal pesiar MV Hondius merupakan tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).
Kasus Hantavirus di Indonesia telah ditemukan sejak 1991, dan termasuk tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).
Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, menyampaikan bahwa hingga saat ini Indonesia belum menemukan kasus HPS.
Mengutip laman resmi Kemenkes, terdapat 256 kasus suspek Hantavirus sepanjang 2024 hingga Mei 2026.
Dari ratusan suspek, 23 di antaranya terkonfirmasi sebagai Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul Virus,
Tren kasus mengalami peningkatan dari 1 kasus pada 2024 menjadi 17 kasus pada 2025 dan 5 kasus hingga Mei 2026.
Menurut Kemenkes, kasus Hantavirus tersebar pada 9 provinsi yaitu DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Timur, Banten, dan Kalimantan Barat.
Baca Juga: Muncul 4 Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes Beberkan Sumber Penularannya
Tiga provinsi dengan kasus terbanyak adalah DKI Jakarta (6 kasus), DIY (6 kasus), dan Jawa Barat (5 kasus).
"Peningkatan kasus yang terlaporkan menunjukkan sistem kewaspadaan dan deteksi dini kita semakin baik. Karena itu masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada terhadap faktor risiko penularan," ungkap Andi Saguni.
Cara Penularan dan Data Infeksi
Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, baik melalui luka terbuka maupun partikel udara yang terkontaminasi kotoran dan urine (aerosol).
Risiko penularan meningkat pada lingkungan dengan populasi tikus tinggi, area banjir, serta aktivitas luar ruang seperti berkemah.
Virus ini memiliki dua tipe, yaitu Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dengan tingkat fatalitas mencapai 50 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak