- Sektor tenaga kerja domestik di Indonesia sering mengalami risiko penipuan dan kekerasan akibat sistem rekrutmen informal yang minim pengawasan.
- Cicana hadir sejak 2019 sebagai platform digital yang menyediakan layanan rekrutmen tenaga kerja rumah tangga aman dan terstandarisasi hukum.
- Platform tersebut menerapkan tujuh tahapan seleksi ketat berbasis data untuk memastikan keamanan keluarga serta kualitas para pekerja domestik.
Suara.com - Kehadiran asisten rumah tangga maupun pengasuh (caregiver) di tengah keluarga urban kini telah bergeser dari sekadar kebutuhan penunjang menjadi kebutuhan primer.
Namun, di balik urgensi tersebut, bayang-bayang risiko penipuan oleh oknum pekerja domestik gadungan masih menjadi momok menakutkan yang mengintai para pemberi kerja.
Mulai dari modus pemalsuan identitas, penggelapan dana modal kerja, hingga aksi membawa kabur barang berharga milik majikan sering kali terjadi akibat sistem rekrutmen tradisonal yang minim pengawasan dan hanya mengandalkan rasa saling percaya tanpa ikatan hukum yang jelas.
Jauh lebih mengkhawatirkan dari kerugian materi, ancaman kekerasan fisik maupun psikologis oleh oknum pengasuh terhadap anggota keluarga yang rentan—seperti anak-anak dan lansia—menjadi urgensi yang tidak boleh diabaikan.
Lemahnya proses penyaringan di hulu kerap membuat watak asli atau gangguan perilaku oknum pekerja tidak terdeteksi sejak awal.
Kasus-kasus kekerasan di ranah domestik ini umumnya baru terungkap setelah adanya bukti rekaman kamera pengawas atau saat korban sudah mengalami dampak fatal, yang tentu meninggalkan trauma mendalam bagi seluruh anggota keluarga.
Akar dari peliknya masalah penipuan dan kekerasan ini bermuara pada jalur rekrutmen Pekerja Rumah Tangga (PRT) di Indonesia yang selama ini masih berjalan secara informal dan jauh dari kata standar.
Ketiadaan lembaga resmi yang melakukan penelusuran latar belakang secara mendalam membuat masyarakat berspekulasi tinggi setiap kali memasukkan orang asing ke dalam ruang privat mereka.
Merespons tantangan besar tersebut, Cicana hadir di industri digital sebagai platform pelopor rekrutmen PRT pertama di Indonesia yang mengintegrasikan proses seleksi, pelatihan, hingga pencocokan pekerja dalam satu ekosistem digital yang aman, transparan, dan terstruktur.
Baca Juga: Menko PMK Pratikno Mengaku Selalu Ketakutan Setiap Ditelepon Menteri PPPA, Ada Apa?
Sejak mulai beroperasi pada tahun 2019, Cicana telah berhasil melayani lebih dari 6.000 pelanggan dan menggaet lebih dari 1 juta pengunjung melalui situs resminya.
Dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 2.367 prospek konsumen baru setiap bulannya, platform ini bertransformasi menjadi solusi tepercaya bagi keluarga modern.
Kunci utama Cicana dalam mengikis potensi tindak kriminal di rumah pengguna terletak pada penerapan protokol seleksi 7 lapis yang sangat ketat dan berbasis data.
Sebagai gambaran nyata, data internal perusahaan pada tahun 2025 menunjukkan bahwa dari rata-rata 3.249 pekerja yang mendaftar per bulan, hanya 40,71% yang berhasil lolos tahap registrasi awal.
Selanjutnya, dari sisa kandidat yang ada, hanya sekitar 78,66% yang mampu melewati proses background checking. Saringan tidak berhenti di situ; dari kelompok tersebut, hanya 42,95% saja yang akhirnya dinyatakan lolos tahap verifikasi final. Pada akhirnya, hanya sekitar 1.000 kandidat terbaik inilah yang masuk ke dalam sistem pencocokan untuk ditempatkan ke rumah pengguna.
Rangkaian 7 tahapan seleksi ketat Cicana meliputi:
Berita Terkait
-
Konser di Titik Nol Jogja, Ratusan Anak Muda Serukan Kebebasan Bersuara
-
KPAI Bongkar Modus Baru Narkoba: Zat Adiktif Disamarkan dalam Vape hingga Makanan Anak
-
Aksi Heroik Zaskia Adya Mecca: Selamatkan Gadis Misterius yang Menangis di Pinggir Tol
-
Berawal dari Latihan Sepatu Roda, Anak 16 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual
-
Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat