- Ratusan anak muda berkumpul di Titik Nol Yogyakarta pada 21 Mei 2026 untuk memperingati Reformasi dan Hari Kebangkitan Nasional.
- Kegiatan yang diisi orasi dan konser musik ini bertujuan membangkitkan keberanian serta merajut solidaritas anak muda pasca penangkapan aktivis.
- Aktivis menuntut pemerintah mengusut dugaan teror terhadap Andrie Yunus melalui jalur peradilan umum guna menegakkan hak asasi manusia.
Suara.com - Ratusan anak muda berkumpul dalam agenda peringatan Reformasi dan Hari Kebangkitan Nasional di kompleks Serangan Umum 1 Maret Titik Nol Yogyakarta, Kamis (21/5/2026).
Tak hanya berorasi tapi ada konser musik yang digunakan untuk menjadi ruang untuk membangkitkan kembali keberanian anak muda setelah berbagai peristiwa penangkapan aktivis sejak Agustus lalu.
Aktivis Social Movement Institute (SMI), Muhammad Fakhrurrozi atau Paul, mengatakan agenda ini bukan sekadar seremoni memperingati Reformasi 1998. Menurut dia, acara ini menjadi ajakan agar anak muda kembali aktif menyuarakan kritik di ruang publik.
"Ini untuk mengumpulkan kembali semangat anak-anak muda yang kurang lebih sejak bulan Agustus ditangkap, ada trauma, ada ketakutan. Sehingga acara ini punya pesan kepada seluruh teman-teman muda yang ada di Indonesia untuk kembali bersuara," kata Paul ditemui di lokasi.
Di sisi lain, Paul membantah anggapan bahwa antusiasme gerakan mahasiswa dan anak muda khususnya di Yogyakarta mulai menurun dibanding era aksi Gejayan Memanggil beberapa tahun lalu.
Menurutnya, semangat kritik masih ada hanya kini tersebar di berbagai komunitas dan forum.
"Jadi memang antusiasnya tetap ada tapi tidak terkonsentrasi seperti sebelumnya," ucapnya.
Sementara itu, Aktivis Lokataru Foundation Delpedro Marhaen menegaskan kegiatan ini menjadi bentuk perlawanan terhadap rasa takut yang muncul setelah adanya penangkapan aktivis dan dugaan teror terhadap Andrie Yunus.
Ia menyebut acara itu sengaja dikemas dengan konser musik bertema kritik sosial agar menjadi ruang ekspresi yang lebih dekat dengan anak muda.
Baca Juga: Teriak 'Viva Palestine', Harry Styles Respons Fan Saat Konser di Belanda
"Yang pertama adalah untuk menghilangkan rasa takut setelah terjadinya penangkapan Agustus dan juga adanya teror terhadap Andrie Yunus," ujar Delpedro.
Disampaikan Delpedro, acara ini sekaligus menjadi bentuk perlawanan terhadap praktik militerisme dan upaya menjaga solidaritas antar anak muda.
"Sehingga hari ini mungkin lebih dari 500 orang mungkin ya ada anak muda yang berkumpul, menyampaikan pendapatnya, orasinya, dan juga dibarengi dengan konser," ujarnya.
Delpedro mengakui kriminalisasi dan penangkapan terhadap aktivis membuat sebagian anak muda khawatir untuk turun menyampaikan pendapat di muka umum.
"Makanya kita buat konser ini salah satunya adalah untuk menumbuhkan keberanian lagi di antara anak muda, merajut jejaring solidaritas, sekaligus juga menjadi ruang pertemuan kembali," tegasnya.
Terakhir dalam refleksi 28 tahun Reformasi, Delpedro menyinggung pentingnya penegakan hukum dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Ia meminta pemerintah mengusut kasus Andrie Yunus melalui peradilan umum, bukan peradilan militer.
"Jadi berharap bahwa Pak Presiden, Pak Prabowo dengan juga jajaran kementerian dan juga dari pihak kepolisian maupun kejaksaan mampu mengusut atau mengadili peristiwa ini di pengadilan umum," tandasnya.
Adapun beberapa seniman yang turut hadir mulai dari Majelis Lidah Berduri, Efek Rumah Kaca, Usman and the Black Stone, hingga Butet Kartaredjasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Kemlu Klarifikasi Kehadiran 'Wakil' Indonesia di Pemakaman Ali Khamenei
-
3 Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba di Katingan, DPR Minta Jaringan Pelaku Dibongkar Total
-
Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris PT HIN, Pendiri ACTA Pasang Badan: Apa yang Salah?
-
Prabowo Terima PM Singapura Lawrence Wong Hari Ini, 26 Kesepakatan Siap Ditandatangani
-
Iran Lantunkan Surah Al Imran Ayat 13 saat Delegasi Arab Saudi Melayat Ali Khamenei
-
Dua Aksi Demo Digelar di Jakarta Pusat, 700 Personel Gabungan Dikerahkan
-
Benarkah Bangunan yang Lebih Tinggi Dapat Memperparah Kebakaran?
-
Lebih dari 16 Ribu Lulusan SD di Tangsel Tak Kebagian SMP Negeri saat SPMB 2026
-
120 Rumah di Tamansari Tak Punya Septic Tank
-
Kelangkaan Kursi Sekolah Jadi Akar Dugaan Jual Beli Bangku di SPMB 2026