Health / Parenting
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB
Ilustrasi Cicana [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Sektor tenaga kerja domestik di Indonesia sering mengalami risiko penipuan dan kekerasan akibat sistem rekrutmen informal yang minim pengawasan.
  • Cicana hadir sejak 2019 sebagai platform digital yang menyediakan layanan rekrutmen tenaga kerja rumah tangga aman dan terstandarisasi hukum.
  • Platform tersebut menerapkan tujuh tahapan seleksi ketat berbasis data untuk memastikan keamanan keluarga serta kualitas para pekerja domestik.
  1. Validasi Dokumen Administratif
  2. Verifikasi Rekam Jejak Pekerja
  3. Pengecekan Jejak Digital (Digital Footprint Screening)
  4. Wawancara Verifikasi Data Profil Pekerja
  5. Wawancara Berbasis Perilaku (Behavioral Event Interview / BEI)
  6. Verifikasi Kontak Darurat
  7. Konsolidasi Penempatan (Placement Conference)

Salah satu instrumen paling krusial untuk mendeteksi potensi penyimpangan perilaku kandidat adalah penerapan metode Behavioral Event Interview (BEI).

Berbeda dengan model wawancara konvensional yang kerap kali bias dan bersifat subjektif, metodologi BEI ini berfokus pada penggalian pengalaman nyata dan perilaku konkret yang pernah ditunjukkan kandidat di masa lalu saat menghadapi situasi tertentu.

Lewat pendekatan ilmiah ini, tim Cicana dapat mengukur secara objektif bagaimana stabilitas emosi, tingkat kejujuran, serta kecocokan karakter pekerja dengan preferensi khusus keluarga pemberi kerja.

“Dengan sistem rekrutmen 7 lapis, Cicana memastikan keamanan keluarga sekaligus menghargai pekerja rumah tangga sebagai profesi bermartabat. Seleksi ini bukan hanya menyaring kandidat, tetapi juga memahami profil mereka agar ekspektasi pemberi kerja dan pekerja rumah tangga terjaga seimbang,” papar Annisa Kartika, CEO & Co-Founder Cicana.

Senada dengan hal tersebut, Bagus Dwi Prasetyo selaku Founder Cicana menegaskan bahwa optimalisasi teknologi mutlak diperlukan untuk modernisasi sektor ini.

“Dengan dukungan teknologi dan SDM yang dimiliki Cicana, proses rekrutmen kini terstandar dan sepenuhnya berbasis data. Tidak ada lagi asumsi-asumsi subjektif; setiap langkah seleksi dilakukan secara terukur sehingga proses pencocokan antara pemberi kerja dan pekerja rumah tangga menjadi lebih aman, mudah, dan efektif,” tuturnya.

Validitas dan profesionalisme Cicana dalam mengelola tenaga kerja domestik telah diakui secara hukum melalui kepemilikan sertifikasi resmi dari OSS dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Demi mendongkrak kualitas performa pekerja, Cicana juga memfasilitasi ekosistemnya dengan platform Learning Management System (LMS) bertajuk Cicana School of ART. Wadah edukasi digital ini dibentuk khusus untuk mengasah kompetensi, tata krama, dan keahlian teknis para pekerja secara berkelanjutan.

Layanan yang ditawarkan oleh Cicana saat ini mencakup penyediaan berbagai profesi domestik mulai dari ART, babysitter, caregiver, hingga pengemudi (driver).

Baca Juga: Menko PMK Pratikno Mengaku Selalu Ketakutan Setiap Ditelepon Menteri PPPA, Ada Apa?

Pengguna juga diberikan fleksibilitas untuk memilih sistem kerja sesuai kebutuhan, baik itu menetap (live-in), pulang-pergi (live-out), maupun paket pekerja gasal (infal).

Seluruh operasional rekrutmen dijalankan secara daring dengan jaminan kejelasan kontrak hukum, transparansi biaya, serta tanpa adanya kebijakan potongan gaji sepihak yang merugikan para pekerja.

Load More