Indotnesia - Oleh sejumlah wisatawan, sesajen di Bali terkenal akan ragam mitos mistisnya. Selain itu, Bali juga populer dijuluki sebagai pulau Seribu Pura karena kentalnya keberadaan agama Hindu.
Di setiap sudut kotanya, banyak pura dapat ditemui dengan mudah. Arsitekturnya yang indah menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung.
Tidak hanya memiliki banyak pura, setiap sudut kota di Bali juga dihiasi kain bermotif kotak hitam putih yang melingkar di pohon besar atau patung. Terkadang, ada pula sesajen yang diletakkan di sekitar objek tersebut.
Sebagian orang percaya, jika ada yang sengaja menginjak atau melangkahi sesajen tersbut akan celaka. Namun, di luar berbagai mitos mistis yang ada, makna sesajen di Bali adalah sebagai persembahan ucapan syukur umat Hindu kepada Tuhannya.
Jenis Sesajen di Bali
Meski secara garis besar ditujukan sebagai wujud rasa syukur, sesajen memiliki makna lain yang lebih luas tergantung jenisnya. Begitu pula dengan isi sesajen yang biasanya terdiri dari ragam bunga.
Berikut ini adalah sejumlah jenis sesajen di Bali yang biasa ditemui:
- Canang Sari
Canang sari memiliki makna sebagai ucapan terima kasih kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Selain itu, arti sesajen bali ini juga sebagai bentuk berserah diri atas materi dan waktu kepada pemilik hidup. Sesajen berukuran paling kecil di antara sesajen lainnya ini biasa diletakkan di depan rumah.
Meski termasuk sesajen paling sederhana untuk dipersembahkan, canang sari memiliki isi yang beragam. Makna sesajen Bali ini pun tidak kalah sakralnya. Bunga warna-warni pada sesajen canang sari mencerminkan kesembilan dewa, simbol ketulusan dan kesucian.
Tidak hanya bunga, ada pula kapur, buah gambir dan daun sirih yang disebut keporosan. Keporosan ini mewakili trimurti, tiga dewa utama dalam Hindu, yaitu Brahmana, Wisnu, dan Siwa.
Dan terakhir, ada dupa yang diletakkan ketika sesajen dihaturkan. Jadi, nggak heran ya kenapa Bali memiliki aroma dupa yang khas.
- Gebogan
Memiliki bentuk mirip seperti Gunungan, sesajen Gebogan atau Pajegan merupakan persembahan hasil bumi berupa buah-buahan, seperti pir, apel, dan pisang. Pada umumnya, salah satu jenis sesajen Bali ini hadir di setiap acara khusus, seperti Hari Raya Kuningan dan piodalan, yaitu hari lahir sebuah pura atau bangunan suci.
Untuk penyusunannya, isi Gebogan disusun menggunakan dulang. Tempat yang terbuat dari kayu tersebut, dibentuk melingkar, dan ukurannya semakin mengecil ketika disusun hingga paling atas. Susunan itu lah yang membuat Gebogan memiliki bentuk seperti Gunungan dalam tradisi Maulid di Keraton Yogyakarta.
Memiliki bentuk semakin mengerucut ke atas, bagian paling atas sesajen ini ditutup dengan diletakkannya canang dan sampian. Peletakan kedua rangkaian janur tersebut menjadi wujud persembahan dan bakti ke hadapan Tuhan Sang Pencipta alam semesta.
Tidak Sembarangan Meletakkan Sesajen
Sesajen diletakkan di tempat-tempat tertentu bukan tanpa alasan. Terdapat makna tersembunyi yang membuat simbol persembahan kepada Dewa itu tidak boleh diletakkan sembarangan.
Ketika sembahyang di pura, sesajen di Bali diletakkan di altar sebagai simbol dewata turun ke Bumi dan memberkati umatnya.
Tag
Berita Terkait
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali
-
DJKI dan BRIN Dorong UMKM Bali Lindungi Kekayaan Intelektual
-
Viral! Belda Jebolan IMB Piting Bule Rusia Usai Diduga Lecehkan Perempuan di Bali
-
Wajib Main, Jens Raven Ternyata Punya Statistik Lumayan Bagus!
-
Mesin Gol di Timnas Indonesia Junior, Ini Statistik Jens Raven yang Dipanggil John Herdman
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Sempat Kesal, Thom Haye Senang Pemain Persib Ini Lolos ke Piala Dunia 2026
-
6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
-
Beli Laptop ASUS Vivobook 14 Series Di Blibli
-
Seskab Teddy: Kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Hasilkan Komitmen Bisnis Rp 575 Triliun
-
Warga Loncat Dari Toko Saat Gempa Guncang Manado, Begini Kondisinya
-
Beli Infinix Hot 60 Pro Di Blibli Bisa Retur Dan Dua Jam Sampai, Benarkah?
-
Belanja Celana Adidas Promo di Blibli Banyak Untungnya
-
Bakal Bikin Mewek! Ammar Zoni Siapkan Pledoi 100 Halaman Lebih: Berharap Bebas dari Tuntutan 9 Tahun
-
Pasar Semen Lesu, Laba Indocement Justru Melompat 12 Persen di 2025