Indotnesia - Bloomberg merilis survei “Recession Risk Climbs for Some Asian Economies” menunjukan daftar negara yang terancam. Salah satu negara yang dicantumkan dalam survei tersebut adalah Sri Lanka dan Indonesia.
Dalam survei itu, Sri Lanka ada di urutan paling atas dengan potensi mengalami resesi hingga mencapai 85 %. Sementara Indonesia berada dalam urutan ke-14 dengan persentase resesi 3%.
Daftar 15 negara terancam resesi, yaitu Sri Lanka 85%, New Zealand 33%, Korea Selatan 25%, Jepang 25%, China, Hongkong, Australia, Taiwan, Pakistan 20%, Malaysia 13%, Vietnam dan Thailand 10%, Filipina 8%, Indonesia 3%, dan India 0%.
Meskipun menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indonesia terbilang aman, tetapi tetap membuat masyarakat Indonesia khawatir. Bahkan #NKRIBangkrut pun ramai di Twitter. Akan tetapi, sebenarnya apa itu resesi dan bagaimana dampaknya?
Apa itu resesi?
Melansir dari Forbes, resesi adalah penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi yang telah berlangsung lama, baik berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Sementara mengutip dari Britannica, resesi ekonomi adalah penurunan dalam siklus bisnis yang ditandai dengan penurunan produksi dan penyerapan tenaga kerja. Bahkan bisa menyebabkan pengeluaran dan pendapatan rumah tangga menurun yang berdampak pada masa depan.
Penyebab resesi
Resesi menjadi bagian dari siklus bisnis yang tidak bisa dihindari begitu saja. Hal itu, bergantung bagaimana tiap negara meminimalisir risiko yang dapat menyebabkan resesi.
Baca Juga: 5 Penyebab Resesi Ekonomi, Waspada Bisa Terjadi di Indonesia!
Sudah disebutkan sebelumnya, bukan hanya karena satu kejadian. Forbes menyebutkan enam aktivitas yang dapat memicu suatu negara mengalami resesi.
1. Guncangan Ekonomi
Adanya guncangan ekonomi secara tiba-tiba, dapat menyebabkan suatu negara mengalami resesi. Misalnya seperti pandemi akibat wabah virus corona yang menyerang banyak negara, sedangkan negara tidak siap menghadapi hal tersebut.
2. Utang yang Sangat Tinggi
Ketika suatu bisnis atau bahkan negara terlalu banyak berutang dan tidak bisa segera membayarnya, maka utang tersebut akan terus meningkat hingga bisa membuat bangkrut.
3. Gelembung aset
Gelembung aset dapat menyebabkan resesi ketika para investor terlalu optimis mendapatkan keuntungan besar di pasar saham hingga menggelembungkannya namun seketika gelembung itu meletus dan menghancurkan semuanya.
4. Inflasi Tinggi
Inflasi yang terjadi secara bertahap masih bisa terkendali, tetapi jika kenaikkan harga berlebihan dapat membahayakan perekonomian.
5. Deflasi Tinggi
Inflasi tak terkendali dapat menyebabkan resesi, tetapi deflasi yang berlebih bisa lebih buruk. Karena ketika deflasi harga mengalami penurunan hingga menyebabkan upah berkontraksi.
6. Perubahan Teknologi
Penemuan baru yang menyebabkan AI dan robot mengambil alih aktivitas perekonomian karena menghemat tenaga kerja juga dapat menyebabkan resesi.
Dampak resesi pada kita
Jika suatu negara mengalami resesi, bukan berarti hal itu tidak berdampak pada seseorang yang tidak memiliki bisnis besar. Menurut Forbes, resesi juga dapat mempengaruhi berbagai lini kehidupan dan semua orang.
Ketika terjadi resesi, kita mungkin bisa kehilangan pekerjaan bahkan sulit menemukan penggantinya karena tingginya tingkat pengangguran. Hal itu tentu berdampak buruk dan dapat mengacaukan rencana masa depan hingga menguras tabungan kita.
Bagi pemilik bisnis akan sulit mendapat banyak pemasukan bahkan terancam tutup usaha. Sementara para investor bisa kehilangan investasinya, seperti saham, obligasi, real estate, dan aset lainnya hingga dapat kehilangan uang.
Adanya resesi, tentu juga berpengaruh pada kesehatan kita. Orang akan mudah stress, depresi, hingga menjadi sakit-sakitan.
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Ayahnya Pernah Main di Piala Dunia, Pemain Muda Keturunan Indonesia Ini Terusir dari PSV
-
Mari Elka Pangestu: Rasio Utang Indonesia Masih Terkendali
-
Bea Cukai Segel Toko Perhiasan Mewah Tiffany & Co, APEPI: Negara Hadir Lindungi Industri Lokal
-
Pesan Suara dari Nomor Asing
-
Sentil Toxic Relationship, Awdella Rilis Aku Juga Manusia: Jangan Sampai Kehilangan Diri Sendiri
-
Selain Wakaf Alquran, Taqy Malik Pernah Dicari Polisi Arab Saudi Gara-Gara Jual Sedekah Makanan
-
Purbaya Pede Ekonomi Ekspansif hingga 2033: Indonesia Emas, Bukan Indonesia Suram
-
8 Sunscreen Jepang Terbaik, Ini Formula dan Proteksinya yang Jadi Andalan
-
Purbaya Yakin Defisit APBN Bisa Turun Meski Pajak Tak Naik
-
9 Jadi 10! Promo Bukber Unik di Ibis Styles Malang Yang Wajib Dicoba