Indotnesia - Pernahkah kamu sedang berdiri di atas jembatan, tebing tinggi, atau berada di rooftop gedung tinggi, tiba-tiba muncul dorongan untuk melompat? Padahal, saat itu kamu sedang dalam keadaan baik-baik saja.
Menjawab pertanyaan ini, para pakar menjelaskan tentang fenomena L'Appel du Vide, sebuah istilah dalam bahasa Perancis yang diartikan sebagai panggilan kehampaan.
Melansir Science ABC, dorongan untuk melompat dari tempat yang tinggi ternyata muncul dari distorsi persepsi kita. Lalu, apakah keinginan tersebut merupakan normal?
Mengutip Healthline, jawabannya adalah 'ya'. Panggilan kehampaan tersebut dikenal sebagai High Place Phenomenon (HPP), karena orang kerap merasakannya ketika berdiri di ketinggian.
Dalam sebuah penelitian pada 2012 terhadap 431 mahasiswa S1 oleh Psikolog Klinis di University of Notre Dame, Jennifer Hames, menemukan beberapa hal, yakni:
- Lebih dari setengah yang tidak ada keinginan bunuh diri pernah mengalami HPP, baik membayangkan melompat dari ketinggian atau keinginan untuk melompat
- Tiga perempat dari mereka yang sebelumnya pernah ingin bunuh diri ternyata mengalami HPP
- Orang yang sensitif dengan gejala kecemasan tapi lebih sedikit berpikiran untuk bunuh diri kemungkinan mengalami HPP
Terus, apa dong penyebabnya? Sejauh ini, belum ada kepastiannya. Tapi wawancara terhadap 431 mahasiswa itu menyimpulkan HPP kemungkinan terkait dengan "kabel" otak.
Hames menggambarkan dorongan untuk melompat tersebut karena otak salah menafsirkan sinyal alarm dari pusat keamanan otak karena keterlambatan dalam memproses informasi.
Pusat keamanan otak itu disebut amigdala, yang juga berfungsi untuk mendeteksi potensi ancaman di lingkungan. Amigdala bekerja dengan cepat dan mengirimkan sinyal alarm ke korteks ketika mendeteksi potensi ancaman.
Korteks memproses informasi dengan relatif lambat dan mengenali sinyal tapi tidak yakin penyebabnya. Lalu, apakah buruk ketika muncul dorongan melompat?
Baca Juga: Sebut Kriteria Wanita Idaman di Kolom Komentar Isyana Sarasvati, Siapa Saja Mantan Pacar El Rumi?
Tentu saja tidak. Manusia memiliki naluri bertahan hidup yang memaksa kita untuk mundur ke tempat yang lebih aman. Meski demikian, HPP bisa sangat mirip dengan keinginan bunuh diri.
Jika kamu memiliki keinginan untuk bunuh diri, hubungi seorang profesional seperti psikolog atau psikiater untuk mendapatkan bantuan
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
Terkini
-
Ekspansi ke DIY, VinFast Resmikan Dealer Perdana di Sleman dan Promo Bebas Biaya Tukar Baterai
-
KPK Kejar Jejak Setoran Rp4,1 Miliar, Saksi Kasus Etik Suryani Mulai Diperiksa
-
Analisa: Kenapa Iran Rugi Besar karena Arab Saudi Diserang PMF Irak dan Houthi Yaman?
-
Geisz Chalifah Dipanggil KPK, Kasus Gratifikasi Tambang Batu Bara Rita Widyasari Kembali Bergulir
-
Pekerja Bangunan di Blitar Meregang Nyawa Saat Memlester Dinding, Polisi Selidiki Penyebabnya
-
A Spoonful of the Sea, Tradisi Ulang Tahun Korea yang Menghangatkan Hati
-
Pemkab Siak Klaim Tangani 152 Km Jalan Kabupaten yang Rusak
-
Rilis Final Trailer Film "Dan Bandung", Kisah Perjuangan Cinta Yang Siap Mengaduk Emosi Penonton
-
Buku The Principles of Power: Seni Menguasai Pengaruh Secara Etis
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi