Suara Joglo - Piala Dunia 2022 Qatar kali ini memang dianggap kontroversial, terutama bagi mereka yang mendukung kampanye LGBT (Lesbian, Guy, Biseksual dan Transgender).
Qatar sebagai negara muslim membuat aturan melarang membawa bendera atau simbol-simbol LGBT di negerinya saat gelaran Piala Dunia berlangsung. Sebab aturan di negara itu LGBT haram dan terlarang.
Namun aturan tersebut menuai kontroversial, terutama bagi negara-negara di Eropa yang pro terhadap LGBT. Timnas Inggris, Wales, Belanda, Swiss, Jerman hingga Denmark pun bersiap mengenakan ban lengan bergambar pelangi "One Love" sebagai simbol LGBT.
Namun Qatar tak bergeming. FIFA bahkan sampai turun tangan mengancam akan mengeluarkan kartu kuning jika masing bersikukuh mengenakan ban kapten pelangi serta bertulisan 'One Love'.
Selama ini komunitas LGBT di Eropa memang semakin besar. Banyak orang-orang memberikan ruang kepada komunitas tersebut, baik dunia sepakbola hingga dunia politik. Di sisi lain, tidak sedikit pula orang yang menolak hal itu.
Kegaduhan di Qatar soal larangan simbol LGBT merembet pula ke Indonesia. Orang Indonesia mayoritas beragama. Dan agama mayoritas adalah Islam. Otomatis banyak rakyat Indonesia yang mendukung kebijakan Qatar tersebut.
Salah satunya ulama kondang Gus Miftah. Gus Miftah dalam akun Instagramnya bahkan menyerukan agar umat Islam tidak mendukung tim-tim sepak bola yang mengampanyekan LGBT.
"Jangan dukung team sepakbola yang mengkampanyekan LGTB!!!," demikian judul narasi unggahan Gus Miftah sambil memasang foto pemain Portugal Cristiano Ronaldo yang disebut-sebut tidak mendukung kampanye LGBT di Qatar.
Gus Miftah lantas memberikan petuah:
"Allah SWT melaknat orang-orang yang melakukan kejahatan dan penyimpangan seksual seperti yang dilakukan kaum Nabi Luth, kaum Sodom. Sebagaimana dijelaskan dalam Alquran pada Surah Huud ayat 82, kaum Sodom ditimpa azab yang begitu pedih dan mengerikan akibat perbuatan mereka yang senang berhubungan dengan sesama jenis atau homoseksual.
Allah SWT pun mengazab kaum Sodom yang tak mau menghentikan perbuatan nistanya dan tak mau mengikuti seruan Nabi Luth. Allah SWT menghujani kaum Sodom dengan batu-batu yang panas dan membalikkan wilayah kaum Sodom.
Kisah kaum Sodom itu sangat jelas menggambarkan kemurkaan Allah SWT pada orang-orang yang berbuat homoseksual. Bahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ahmad, Rasulullah ketika menjelaskan golongan orang-orang yang mendapat laknat Allah sampai mengulang tiga kali tentang laknat Allah bagi orang-orang yang melakukan perbuatan seperti yang dilakukan kaum Sodom.
Dalam hadits yang melalui jalur Abdurrahman bin Mahdy, Zubair bin Muawiyah, hingga Ibnu Abbas menerangkan Rasulullah menjelaskan tentang orang-orang yang mendapat laknat Allah. Mereka adalah orang-orang yang menyembelih bukan karena Allah, orang-orang yang mengubah batas tanah, orang yang menyesatkan orang buta dari jalanan, dan sebanyak tiga kali dalam hadits itu disebutkan Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth."
Berita Terkait
-
Dengan Tegas MUI Tolak Kedatangan Jessica Stern, Utusan Khusus AS soal LGBTQ+ ke Indonesia
-
Fans Inggris Ditelanjangi Penjaga Stadion Piala Dunia 2022 saat Digeledah Mencari "Benda Pelangi"
-
Pakai Atribut Pelangi, Fan Timnas Inggris Ditelanjangi Petugas Piala Dunia 2022
-
Sosok Pengibar Bendera Pelangi di depan Ronaldo Teryata Eks Pesepak Bola Italia, Namanya Mario Ferri il Falco
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Diselipkan Dalam Gulungan Karpet, Polisi Bongkar Penyelundupan 760 Botol Merkuri ke Filipina
-
Tayang 22 Mei di Netflix, Ladies First Hadirkan Kisah Parallel World Unik!
-
Andi Sudirman: Komcad ASN Sulsel Harus Jadi Teladan
-
Netizen Tagih Maaf Personal Juri LCC Kalbar, Pimpinan MPR: Institusi Sudah Mewakili
-
Polisi Menduga Merkuri yang Diselundupkan ke Filipina Berasal dari Tambang Gunung Botak
-
Jejak Panjang Rumah Pahlawan Nasional Sardjito yang Kini Bakal Dijual
-
Strategi Investasi Usai Rebalancing MSCI: Saatnya Wait and See atau Borong Blue Chip?
-
MPR Pastikan Lomba Ulang LCC Kalbar Gunakan Juri Independen dari Akademisi
-
Singgung Kasus Tom Lembong hingga Nadiem, Mahfud Ungkap Bahaya Intervensi Politik di Hukum RI
-
Polemik LCC Kalbar Viral Kini Disorot Dewan Pendidikan, Singgung Marwah dan Keadilan