/
Kamis, 22 Desember 2022 | 14:55 WIB
Tim penyidik KPK menggeledah ruang kerja sejumlah pejabat Pemprov Jatim (Beritajatim)

Suara Joglo - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri dalam jumpa pers penggeledagan ruang kerja para Pejabat Pemprov Jatim kemarin, Rabu (21/12/2022) kemarin, mengatakan telah mengamankan dokumen.

Dokumen itu, kata dia, terdiri dari sejumlah dokumen penyusunan anggaran dan bukti elektronik dalam penggeledahan di ruang kerja pejabat Pemprov Jatim. Penyidik KPK menggeledah ruangan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Dardak, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) sampai Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Kemudian KPK juga menggeledah ruang kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jatim. Dari penggeledahan itu tim penyidik mengamankan sejumlah dokumen, di antaranya dokumen penyusunan anggaran APBD.

"Dari penggeledahan tersebut ditemukan dan diamankan, antara lain berbagai dokumen penyusunan anggaran APBD dan bukti elektronik yang diduga memiliki kaitan erat dengan perkara dugaan suap pengelolaan dana hibah dari APBD Jatim," ujar Ali dikutip dari ANTARA, Kamis (22/12/2022).

Namun soal temuan dokumen itu disikapi berbeda oleh Khofifah dan Sekdaprov Jatim Adhy Karyono. Khofifah mengatakan tidak ada berkas di ruang kerjanya yang dibawa oleh para penyidik KPK.

"Yang terkonfirmasi di ruang gubernur tidak ada dokumen yang dibawa, di ruang wagub tidak ada dokumen yang dibawa. Di ruang sekda ada 'flashdisk' yang dibawa. Posisinya seperti itu," kata Khofifah di Mapolda Jatim.

Khofifah menegaskan dirinya dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak serta Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono menghormati proses yang tengah dilakukan KPK. 

"Kami semua jajaran Pemprov Jatim siap untuk membantu mendukung data jika dibutuhkan KPK," katanya menambahkan.

Sementara itu Sekdaprov Jatim Adhy Karyono mengatakan tidak diperiksa dan digeledah komisi. Ia juga mengklaim tidak ada dokumen yang diambil dari ruang kerjanya. Jawaban Adhy ini berbeda dengan penjelasan Khofifah.

Baca Juga: Viral Fans Timnas Malaysia Nyanyi 'Ojo Dibandingke', Warganet Khawatir Bakal Diklaim

"Saya nggak tahu persis ya (Berkas-berkas disita). Karena tadi kan di biro-biro, ada Biro Kesra, Biro Perekonomian, Biro Administrasi Pembangunan (Biro AP) dan Bappeda Jatim. Di sini (ruang Sekdaprov Jatim) hanya dipinjam tempat untuk sekretariat saja," katanya.

Apakah benar ada penggeledahan di ruang Sekdaprov, Wagub dan Gubernur? "Nggak ada digeledah, hanya dilihat-dilihat saja oleh KPK. Saya nggak lihat kalau ada berkas yang diambil KPK," ujarnya menambahkan.

Load More