- Pejabat tinggi Iran menegaskan persatuan nasional guna membantah klaim Amerika Serikat terkait perpecahan internal di pemerintahan mereka.
- Presiden Masoud Pezeshkian dan jajaran pejabat lainnya menyatakan bahwa seluruh elemen bangsa Iran bersatu menghadapi tekanan pihak asing.
- Pernyataan bersama ini bertujuan memperkuat soliditas internal Iran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik serta kebuntuan proses diplomasi.
Suara.com - Sejumlah pejabat tinggi Iran menyampaikan pesan bersama yang menegaskan persatuan nasional di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, serta Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengunggah pernyataan bersama di platform X.
Dalam pernyataan tersebut ditegaskan bahwa tidak ada perpecahan antara kubu moderat dan garis keras di Iran.
"Di Iran, tidak ada kubu ekstrem atau kubu moderat. Kami semua adalah ‘orang Iran’ dan ‘revolusioner’, dan dengan persatuan besi antara bangsa dan pemerintah, serta kepatuhan penuh kepada Pemimpin Tertinggi Revolusi, kami akan membuat para penyerang menyesali tindakan mereka," demikian isi pernyataan tersebut, dilansir dari Zingnews.
Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, juga memperkuat pesan tersebut dengan pernyataan tambahan dalam bahasa Inggris.
"Iran bukanlah tanah perpecahan, melainkan benteng persatuan," ujar Aref. "Keberagaman politik adalah demokrasi kami, tetapi dalam masa krisis, kami adalah ‘satu tangan’ di bawah satu bendera. Untuk mempertahankan wilayah dan kehormatan kami, kami melampaui semua label. Kami adalah satu jiwa, satu bangsa," ungkap Reza.
Pernyataan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya mengklaim adanya perpecahan internal di Iran antara kelompok moderat dan garis keras.
Pihak Iran menilai klaim tersebut sebagai upaya membenarkan kebijakan tekanan terhadap Teheran dan memperpanjang kebuntuan diplomatik.
Sementara itu, Araghchi membantah adanya perpecahan dalam tubuh militer dan pemerintahan Iran, serta menegaskan bahwa negara tetap solid.
Baca Juga: Satu Komando Lawan Agresi: Balasan Menohok Iran atas Retorika Pecah Belah Donald Trump
"Fakta bahwa sistem pemerintahan Iran tetap bersatu dan disiplin merupakan bukti kegagalan kampanye agresi Israel," tulisnya di X.
"Diplomasi dan medan pertempuran adalah dua front yang selalu berjalan beriringan. Bangsa Iran lebih bersatu dari sebelumnya," imbuhnya.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran disebut semakin meningkat di tengah kebijakan tekanan ekonomi dan pembatasan terhadap Iran, sementara proses diplomasi masih menemui jalan buntu.
Kondisi gencatan senjata pun disebut masih sangat rapuh, di tengah kekhawatiran eskalasi lebih lanjut di kawasan.
Berita Terkait
-
Satu Komando Lawan Agresi: Balasan Menohok Iran atas Retorika Pecah Belah Donald Trump
-
Kenapa Konflik Iran Vs Amerika-Israel Bisa Acak-acak Festival Musik di Indonesia?
-
Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland
-
Italia Tolak Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Dinilai Tidak Pantas
-
AS Pasang Satu Syarat Tegas Jika Iran Ingin Ikut Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI
-
Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah
-
Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
-
Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater
-
Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo
-
4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen
-
Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun
-
BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo
-
Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan