/
Minggu, 16 April 2023 | 15:11 WIB
Bentrokan di Yerusalem Timur (ANTARA)

Suara Joglo - Palestina menuduh Israel secara sistematis berusaha meyahudikan Yerusalem Timur, tempat dimana Al-Aqsa berada, dan menghapuskan identitas Arab dan Islam di sana.

Ini salah satu pemicu perlawanan komunitas muslim Palestina sampai sekarang. Terbaru, bentrokan terjadi di Yerusalem Timur kemarin, Jumat (14/04/2023). Sebanyak 17 warga Palestina sampai ditangkap militer Israel.

Ke-17 warga Palestina itu ditangkap sebab mengibarkan bendera dan spanduk kelompok warga Palestina. Dalam sebuah pernyataan, polisi Israel mengatakan 17 warga Palestina ditahan di Kota Tua Yerusalem.

Dikutip dari ANTARA, mereka mengibarkan bendera organisasi Palestina yang bermusuhan dan meneriakkan slogan-slogan yang menghasut. Tindakan hukum terhadap para warga Palestina yang ditahan tersebut telah dilakukan.

Sebelumnya pada hari itu, hampir seperempat juta warga Palestina melaksanakan ibadah shalat Jumat keempat di bulan suci Ramadhan di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, menurut pernyataan oleh Departemen Wakaf Islam di Yerusalem.

Sekitar dua ribu petugas polisi Israel dikerahkan di Yerusalem Timur dan area Kota Tua, menurut pernyataan Israel.

Ketegangan meningkat di seluruh wilayah Palestina awal bulan ini setelah pasukan Israel menyerbu masuk komplek Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dan mengusir umat Muslim yang beribadah.

Penyerbuan Israel ke dalam masjid memicu tembakan roket dari Jalur Gaza dan Lebanon, yang dibalas Israel dengan serangan udara.

Bagi Muslim, Al-Aqsa merupakan situs paling suci ketiga di dunia. Sementara Yahudi menyebutnya Temple Mount (Bukit Bait Suci), tempat dua kuil Yahudi kuno berada. Dua kepentingan ini yang membuat keduanya perang berkepanjangan.

Baca Juga: Bocah Terjepit di Eskalator Pusat Perbelanjaan Jambi, Evakuasi Berlangsung Dramatis

Israel menduduki Yerusalem Timur pada perang Arab-Israel tahun 1967 dan menganeksasi seluruh kota pada 1980, sebuah tindakan yang tidak diakui masyarakat internasional.

Load More