Dukung mendukung capres menjelang 2024 kian hari kian menghangat. Terkini dikabarkan kader senior PDIP justru tolak pencapresan Ganjar Pranowo dan pilih usung Anies Baswedan.
Untuk sementara ini, tiga bakal capres dipastikan siap mengikuti kontestasi Pilpres 2024.
Setelah muncul nama Anies Baswedan yang disusul kemudian Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo menjadi yang terakhir dideklarasikan.
Tapi pencapresan Ganjar Pranowo dikabarkan tak mendapat dukungan sepenuhnya dari PDI Perjuangan sebagai partai pengusung.
Mencuat kabar adanya kader senior PDI Perjuangan yang tolak pencapresan Ganjar dan pilih usung Anies Baswedan.
Kabar itu salah satunya dibagikan channel YouTube TEROPONG ISTANA.
Benarkah?
Sebuah video dari channel youtube TEROPONG ISTANA membagikan berita bahwa kader senior PDIP tolak capreskan Ganjar dan deklarasikan Anies.
Baca Juga: Selain Panggil Prabowo, Presiden Jokowi juga Panggil Ganjar Pranowo, Hal Ini yang Dibahas
Setelah dilakukan penelusuran, seperti dikutip dari turnbackhoax.id, video unggahan tersebut berisi cuplikan dari beberapa video berbeda yang digabung menjadi satu dan dalam video tersebut tidak terdapat pemberitaan terkait kader senior PDIP yang menolak pencapresan Ganjar.
Narator dalam video tersebut hanya membacakan artikel dari rmol.id berjudul “Ganjar Pranowo Semakin Terjepit dan Sulit Dapat Tiket PDIP” yang diunggah pada 19 Desember 2022 dan juga artikel dari jakartainsider.id berjudul “Anies Baswedan ikon perubahan, kata Rocky Gerung” yang diunggah pada 13 Desember 2022.
Thumbnail yang ditampilkan pada video tersebut identik dengan gambar unggah artikel kompas.com berjudul “PDI-P dan Perindo Daftar Caleg, Ricuh di Gerbang KPU” yang diunggah pada 17 Juli 2018.
Foto tersebut menampilkan peristiwa kericuhan di gerbang masuk Kantor KPU akibat massa PDI-P dan Perindo datang hampir bersamaan ke Kantor KPU. Peristiwa tersebut sama sekali tidak berkaitan klaim pada video tersebut.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim bahwa kader senior PDIP tolak capreskan Ganjar dan deklarasikan Anies tidak terbukti dan termasuk ke dalam konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Coffee Fair Alfamart April 2026: Diskon Kopi Favorit Mulai Rp6 Ribuan, Beli 1 Gratis 1
-
Sudah Bayar Pajak, Motor Justru Hilang di Samsat Palembang, Ini 5 Fakta Mengejutkan
-
Ice Cream Fair Indomaret April 2026: Diskon Besar Hingga 50 Persen, Beli 4 Gratis 2
-
Berani Turunkan Pemain Muda, Hector Souto Buktikan Keputusan Federasi Tak Salah di Piala AFF Futsal
-
Temui Gubernur DKI, PB ORADO Perkuat Dukungan Turnamen Domino
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Bank Sumsel Babel Permudah Akses Bandara, Tol, dan LRT di Palembang, Cukup Tap Tanpa Antre
-
Rahasia LG Jual 3,2 Juta WashTower, Fokus Konsumen hingga Bidik Pasar Indonesia
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam