Komite Disiplin (Komdis) PSSI menghukum dua orang pemain, yakni Asep Berlian dan Muhammad Tahir, menyusul pelanggaran yang mereka lakukan pada pertandingan Liga 1 yang dimainkan akhir pekan lalu.
Gelandang Dewa United Asep Berlian melakukan tekel keras terhadap pemain Persib Rachmat Irianto, pada pertandingan Liga 1 yang dimainkan Jumat (14/7). Atas pelanggaran tersebut, Asep mendapat hukuman larangan bermain untuk tiga pertandingan dan denda sebesar Rp 10.000.000, demikian dikutip dari laman resmi PSSI.
Pada pertandingan tersebut, wasit dan perangkat pertandingan lainnya luput memperhatikan pelanggaran Asep dan ia lolos dari kartu kuning atau merah.
Sementara itu, pemain Madura United Muhammad Tahir kedapatan menyikut pemain lawan dan diganjar kartu merah saat timnya bermain melawan Bali United pada Sabtu (15/7). Untuk pelanggaran tersebut, Tahir dijatuhi skors dua pertandingan serta denda sebanyak Rp 10.000.000.
Pelatih Dewa United Johannes Hendrikus Olde Riekerink juga kedapatan melakukan pelanggaran. Pelatih asal Belanda itu tidak memakai ID Card saat pertandingan melawan Persib berlangsung serta mengabaikan peringatan dari pengawas pertandingan.
Selain Asep dan Tahir, kiper Rans Nusantara FC Try Hamdani Goentara juga dijatuhi hukuman oleh Komdis. Pada pertandingan Rans melawan Persita Tangerang, Hamdani menendang pemain lawan dan kemudian diganjar kartu merah langsung.
Atas pelanggarannya tersebut, Hamdani dikenakan larangan bertanding selama dua pertandingan serta denda Rp 10.000.000.
Bali United juga tidak luput dari hukuman terkini Komdis dan diganjar denda Rp.50.000.000. Klub asal Bali itu dinyatakan bersalah pada pertandingan Liga 1 melawan Madura United Sabtu (15/7), sebab terdapat lima pemain mereka yang mendapatkan kartu kuning.
Baca Juga: Beratnya Jalan Persib Bandung: Kondisi Limbung Malah Ditunggu PSM Makassar
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Di Mana Tempat Beli Parfum YSL Ori? Ini 5 Toko Tepercaya dan Variannya yang Paling Wangi
-
Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL
-
Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?
-
6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI
-
Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku
-
Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat