Belakangan ini, beredar kabar bahwa eks pelatih Timnas Vietnam, Park Hang Seo telah menolak dua tawaran fantastis dari Indonesia, yakni tawaran melatih Timnas Indonesia dan Persib Bandung.
Klaim tersebut menyatakan bahwa Park Hang Seo telah menolak tawaran PSSI melatih Timnas Indonesia dengan gaji sebesar 22 miliar. Jumlah tersebut tentu lebih besar jika dibandingkan dengan gajinya selama menangani Timnas Vietnam.
Selain itu, gaji tersebut pun akan jauh lebih tinggi dibanding dengan gaji Shin Tae-Yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Lantas apakah alasan Park Hang Seo menolak tawaran tersebut?
CEK FAKTA:
Persoalan dirinya mendapatkan tawaran melatih Timnas Indonesia itu pernah disinggung oleh Park Hang Seo. Ia mengatakan, hal tersebut bukan tidak mungkin terjadi.
Namun, selama Shin Tae-Yong masih menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia, ia mengaku tak akan berada di lingkungan tersebut. Kabar tersebut tampaknya bukan isapan jempol belaka.
Pasalnya, salah satu media Vietnam, Danviet, melalui artikel yang diunggahnya, Jumat (28/7/2023) mengungkapkan bahwa PSSI ternyata pernah melobi Park Hang Seo.
Dilansir dari akun media sosialnya, jurnalis asal Vietnam, Minh Hai, mebeberkan alas an Park Hang-Seo menolak mentah-mentah dua tawaran asal Indonesia. Keduanya berasal dari PSSI dan Persib Bandung.
“Pertama, ia menolak Federasi Sepak Bola Indonesia untuk menjadi ipelatih kepala Timnas Indoneisa meskipun gajinya 1,5 juta dolar AS (Rp22,6 miliar) selama setahun,” tulis Minh Hai.
Baca Juga: Pinkan Mambo Ngaku Difitnah Anak Sendiri soal Bela Suami Kedua: Dia Jahat Sama Saya
“Setelah itu, Persib Bandung menawarkan Park Hang Seo dengan pendapatan 22,5 miliar VND (14,3 miliar) per tahun,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Minh Hai mengungkapkan bahwa kedua penolakan Park Hang Seo itu memiliki alasan yang berbeda. Ia menolak PSSI lantaran alasan keluarga, sementara Park Hang Seo menolak Persib karena ingin membangun akademi sepak bola di Vietnam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
Horor Komedi Rasa Tragedi: Sekawan Limo 2 Berani Angkat Isu Sosial yang Sensitif?
-
Masalah IPAL, Operasional 11 SPPG di Ponorogo Dihentikan
-
Siapa Lodewyk Pusung? Eks Petinggi BGN yang Diperiksa Kejagung, Ini Profilnya
-
SF Hariyanto Ngaku Tak Banyak Dilibatkan di Era Abdul Wahid: Saya Ditinggal
-
Sarwendah Siap Lunasi Utang Rumah, Ruben Onsu Minta Cicilan Dikembalikan
-
Kantor BGN 'Diobok-obok' Kejagung, Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Cs Diperiksa
-
Tunawisma Ditemukan tak Bernyawa di Gunung Sari Bandar Lampung
-
Transaksi Komoditas Berbasis Sawit Meledak 267%, Nilainya Tembus Rp3,83 Triliun dalam Sepekan
-
Rockhills: Rekomendasi Kafe dengan View Ketinggian dari Kota Batu
-
Hidup Minim Sampah di Tengah Tren Belanja Online yang Tidak Ada Habisnya