Gautama merupakan orang militer yang aktif di dunia intelijen. Ia tercatat pernah ada di Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, dan pernah bertugas di Badan Intelijen Negara (BIN) sejak 2010.
Tak sampai disitu, Gautama aktif juga di BNPT dengan menjabat sebagai Sekretaris Utama sejak 2016 dan pensiun pada 2018 silam.
Suara.com menemui Gautama di Kantor DPP Partai Prima, di Kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (3/3/2023). Ia mengaku, tertarik bergabung dengan Partai Prima lantaran beririsan dengan PRD.
"Saya punya chemistry luar biasa dengan Prima. Prima kan inisiasi dari PRD. Dan saya bagian dari PRD udah sejak aktif dulu," kata Gautama.
Ia mengaku, sudah menjalin kedekatan dengan PRD sejak 2004 silam. Bahkan dirinya kala itu masih aktif sebagai perwira TNI.
"Mungkin sebelumnya kali. Tapi resmi 2004 lah. Waktu itu saya masih aktif. Dan bukan abal-abal. Artinya apa, bukan hanya statement. Ada suratnya saya. Resmi," tuturnya.
Gautama mengatakan, tak pernah merasa kontras dengan para aktivis PRD dan Partai Prima lantaran dirinya memiliki latar belakang militer.
"Nggak pernah. Saya 2018 kan saya pensiun. Malah kita pensiun saya sama-sama temen-temen PRD memberikan pendidikan politik Pancasila di aliansi mahasiswa Papua. Sekarang sampaikan aja, kalau yang disandera kesulitannya tinggi, udah berapa hari itu. Serahkan ke Prima aja itu. Selesai," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan, simpatinya terhadap Partai Prima kekinian karena partai tersebut dianggap memperjuangkan rakyat kecil, dari mulai petani hingga nelayan.
Baca Juga: Terkait Putusan PN Jakpus Minta Pemilu Ditunda, Pakar UGM Nilai Tak Memiliki Dampak
"Karena apa yang dilakukan ini demi rakyat. Petani nelayan, sama pengusaha besar seenaknya aja. Saat itu lah PRD yang memperjuangkan hak mereka," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Soal Pemilu Ditunda, MPR: Ini Cacat Hukum, Hakim PN Jakpus Harusnya Berpedoman ke UUD!
-
Banyak Dicibir Karena Keliru Ajukan Gugatan ke PN Jakpus, Pembelaan Partai Prima: Kami Bukan Ajukan Sengketa Pemilu!
-
Putusan PN Jakarta Pusat Menangkan Gugatan Partai Prima Tak Bermakna karena Belum Inkrah
-
Inilah Sosok 3 Hakim PN Jakpus yang Putuskan Pemilu Ditunda, Siapa Saja?
-
Duduk Perkara PN Jakarta Pusat Perintahkan KPU Tunda Pemilu, KY Bakal Panggil Hakim
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024