Suara.com - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lolly Suhenty menyoroti potensi kerawanan pemilu di daerah-daerah otonom baru (DOB) Papua.
Terlebih, dia menilai empat DOB Papua yang terdiri dari Provinsi Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan memiliki spesifikasi, karakteristik, dan dinamika tersendiri.
"Selain memperkuat internal, kami juga memastikan secara infrastruktur tidak ada hambatan teknis, kolaborasi, kombinasi dengan daerah induk itu menjadi satu hal yang tak bisa dilewatkan Bawaslu," kata Lolly di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (4/8/2023).
Meski begitu, Lolly menyebut DOB Papua yang memiliki spesifikasi masing-masing justru membantu Bawaslu memitigasi kerawanan dan pelanggaran pemilu.
Lebih lanjut, Lolly mengakui di daerah-daerah tersebut terjadi gejolak konflik internal daerah yang perlu diredam. Pasalnya konflik-konflik tersebut dinilai bisa berpotensi keamanan menjadi rentan dan masalah pada distribusi logistik.
"Dalam konteks ini, salah satu yang menjadi fokus Bawaslu adalah kerja sama, kolaborasi sejak awal kami bersama teman-teman dari kepolisian, dengan teman-teman dari tentara," tutur Lolly.
Di sisi lain, Lolly menyebut anggaran yang dimiliki Bawaslu tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pengawasan di sejumlah titik-titik tertentu di DOB Papua.
"Kami pun tidak punya kemampuan pesawat yang mampu menembus ke pegunungan," ujar Lolly.
Untuk itu, dia menekankan pentingnya kerja sama dengan pihak Polri dan TNI untuk memastikan pengawasan distribusi logistik di daerah-daerah tersebut.
Baca Juga: Bawaslu Bolehkan Parpol Sosialisasi Politik Di Internal Sebelum Masa Kampanye, Ini Syaratnya
Selain itu, mengenai potensi adanya konflik dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat -Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Bawaslu telah memilih sejumlah anggota Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota di DOB Papua tang memiliki latar belakang sebagai tokoh masyarakat adat.
"Supaya yang paling memungkinkan di teman-teman Papua, Papua Tengah, itu kan soal ketokohan, figur masyarakat adat masih sangat di dengar," kata Lolly.
"Nah kita masuk dari kearifan lokal dengan cara-cara seperti itu," tandas dia.
Berita Terkait
-
Bawaslu Tegaskan KPU Tak Punya Alasan untuk Izinkan Pemilih Gunakan KK di TPS
-
Bawaslu Wanti-wanti MK Soal Dampak dari Putusan Batas Usia Minimal Capres-Cawapres untuk Pemilu 2024
-
Jelang 2024, Bawaslu Segera Siapkan Indeks Kerawanan Pemilu Tematik
-
Bawaslu Bolehkan Parpol Sosialisasi Politik Di Internal Sebelum Masa Kampanye, Ini Syaratnya
-
DKPP Gelar Sidang Pemeriksaan Kode Etik Sekjen Bawaslu Hari Ini
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Febrie Adriansyah Belum Dipecat, Hanya Diberhentikan Sementara Jaksa Agung
-
Sekolah Rakyat Lampung Siapkan Siswa Siap Kerja dan Kuliah
-
Tren Co-Working Kian Berkembang, merch Padukan Produktivitas, Komunitas, dan Wellness
-
Kemenhut Tangkap 3 Pelaku Pembalakan Liar di SM Kerumutan Riau
-
Ancaman Baru Sriwijaya FC, Registration Ban FIFA Bisa Ganggu Kebangkitan Laskar Wong Kito
-
Di Balik Kemudahan AI: Ancaman Krisis Listrik, Air Bersih, dan E-Waste Data Center di Indonesia
-
Gagal di Pasaran, Sony Pictures Kapok Bikin Film Spin-off Spider-Man?
-
El Clasico Milik Maung Bandung! Jalan Pandu Raya Bogor Mendadak Membiru Usai Persib Libas Persija
-
Pengamat: Penguntitan dan Penggeledahan Aset Eks Jampidsus Cerminkan Celah Kontra-Intelijen Kejagung
-
Cak Imin Soroti Sanitasi Pesantren: Ribuan Santri Cuma Punya Puluhan MCK