Perempuan pekerja di Indonesia masih merasakan kesenjangan upah antargender. Terbaru pada 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa berdasarkan gendernya, upah laki-laki 22,09% lebih tinggi dibandingkan perempuan.
Dalam data yang disajikan BPS, rerata upah pekerja laki-laki di tahun itu sebesar Rp3,33 juta. Sementara untuk perempuan meraih penghasilan senilai Rp2,59 juta per bulan.
Secara data, fenomena kesenjangan upah ini nyatanya belum dapat dientaskan. Padahal, situasi seperti ini adalah ilegal dan dianggap sebuah diskriminasi.
BPS menyebutkan, pada 2021, laki-laki menerima 20,39% upah lebih banyak daripada perempuan sehingga terjadi peningkatan 1,7% selama setahun.
Tahun 2020, Organisasi Ketenagakerjaan Internasional (ILO) merilis laporan "Kesenjangan Upah Berbasis Gender di Indonesia". Hasilnya, perempuan memiliki pendapatan 23% lebih rendah dibandingkan laki-laki. Reratanya dalam rupiah adalah Rp2,45 juta untuk perempuan dan Rp3,84 juta untuk laki-laki dalam sebulan.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengungkapkan bahwa kesenjangan upah tersebut masih sangat lebar. Ini merefleksikan bahwa penghargaan terhadap kerja perempuan masih dikesampingkan dibandingkan laki-laki.
Namun demikian, mengutip hasil riset berjudul "Ada kesenjangan upah antar gender di Indonesia, terutama bagi perempuan di bawah 30 tahun" yang tayang di The Conversation, disimpulkan bahwa ada tren menarik terhadap pengupahan para pekerja berbasis gender.
Pertama, penelitian itu menunujukkan, kesenjangan upah antara dua kelompok berdasarkan jenis kelamin hanya terjadi pada perempuan yang berusia di bawah 30 tahun. Namun, bagi mereka yang berusia 30 tahun dan ke atas, baik laki-laki dan perempuan cenderung menerima upah setara.
Ada empat syarat yang berlaku, dalam penelitian itu, ketika perempuan mendapat upah dengan jumlah setara. Keempatnya meliputi berusia sama, lama pengalaman kerja sama, tingkat pendidikan sama, dan bekerja pada bidang sejenis.
Baca Juga: Ribuan Caleg Perempuan Berpotensi Kehilangan Hak Pilih di 2024, Pengamat: Ada yang Mendistorsi
Sebagai pembanding, seperti dikutip dari penelitian berjudul "Kesenjangan Upah Antar Jender di Indonesia: Glass Ceiling atau Sticky Floor?" oleh Hennigusnia disimpulkan bahwa kesenjangan upah antargender antara 2008 sampai 2012 adalah lebih dari 100 persen.
Riset yang dilakukan The Conversation merekomendasikan, pemerintah Indonesia dapat menggunakan pendekatan budaya yang dilakukan Islandia, negara dengan tingkat kesetaraan gender tertinggi. Islandia menekankan gagasan “perempuan tangguh” serta kesetaraan hak dan kewajiban di antara laki-laki dan perempuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Kredibilitas Jadi Kunci, Ini Alasan Memilih Pengembang Properti Tak Bisa Sembarangan