Adapun saat itu juga menyapa ribuan sukarelawan, simpatisan, juga para kader parpol.
Di sepanjang jalan, mulai dari Bandara Internasional Lombok hingga Kota Mataram, baliho Ganjar bertebaran.
Ada yang disandingkan dengan Presiden Jokowi, ada juga yang disandingkan dengan tokoh NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.
Ganjar Pranowo pun menceritakan bahwa ia punya ikatan dengan NTB.
"NTB itu selalu menarik buat saya. Ada banyak ikatan antara saya dengan NTB," kata Ganjar di hadapan ribuan kader PDIP dan masyarakat NTB dalam acara Konsolidasi tiga pilar partai di kantor DPD PDIP NTB.
Ikatan pertama menurut Ganjar adalah Gunung Rinjani. Sejak jadi mahasiswa di UGM, Ganjar yang bergabung dengan komunitas pecinta alam sangat ingin mendaki gunung tersebut.
"Impian saya itu sejak mahasiswa, mendaki Gunung Rinjani. Tapi sampai sekarang belum terlaksana," katanya.
Ikatan kedua, lanjut Ganjar, adalah saat ia menjadi anggota DPR RI. Saat itu, ia pernah datang ke NTB dan bertemu kelompok petani yang terdampak pembangunan bandara. Saat itu, ia bicara dari hati ke hati dengan masyarakat NTB.
"Sehingga saya tahu kebatinan saya. Makanya, ketika saya jadi Gubernur Jateng, banyak kawan-kawan petani NTB yang datang ke rumah saya. Mayoritas petani tembakau. Karena saya ini selain berteman dengan petani tembakau lama dan saya dapat gelar Senopati Tembakau," jelasnya.
Baca Juga: Desta dan Natasha Rizky Kompak Absen Hadiri Sidang Putusan Cerai, Cuma Titip Pesan Ini
Ikatan terakhir Ganjar dengan NTB adalah proyek terbesar Presiden Jokowi di NTB, yakni pembangunan Sirkuit Mandalika. Ganjar mengatakan, Sirkuit Mandalika memiliki kesan tersendiri baginya.
"Saya merasa tersanjung, sampai saya ndak enak sama Pak Jokowi. Begitu sirkuitnya jadi, justru nama saya yang dipakai di situ. Tidak ada yang menyebut eventnya Moto JKW, yang ada Moto GP. GP kan nama saya. Makanya saat gelaran Moto GP saya hadir, soalnya ada GP di situ," ucapnya disambut tawa semua masyarakat yang ada.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Belum Punya Riwayat Kredit? Kini Peluang Dapat Pembiayaan Bisa Lebih Besar Berkat Data Digital
-
Misteri Kamar 402: Ekspedisi Horor Tim Live Streaming di Rumah Sakit Korea
-
Tepis Isu Perang Institusi, Komjak: Rumah Jampidsus Digeledah Bukan Sinyal Konflik Jaksa dan Polri
-
Purbaya: APBN Tak Bisa Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan
-
Ogah Sesumbar, Spanyol Fokus Lawan Belgia Sebelum Bicara Semifinal Piala Dunia 2026
-
Limbah Jahe Selama Ini Banyak Terbuang, Bagaimana Peneliti BRINDiubah Menjadi Sumber Energi Bersih?
-
Indonesia Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Ditengah Tantangan Standar Mesin Otomotif Nasional
-
Siasat Sembunyikan Aset? KPK Duga Rumah Mewah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Gunakan Nominee
-
Apa Itu Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut? Siap Dibangun di Nusa Penida Bali
-
Airlangga Ungkap Alasan Bali Dipilih Jadi Pusat Finansial Internasional, Jakarta dan Batam Tersisih