Menurut SBY, tidak ada yang melarang Presiden Jokowi untuk tidak menyukai dan menghalangi pencalonan Anies karena memang begitu lah cara politik bekerja.
Namun, hal yang keliru adalah ketika penguasa berusaha mencari-cari kesalahan Anies agar bisa menjadikannya tersangka. Hal itu bisa menyebabkan dampak sosial, politik, dan keamanan.
Lebih lanjut, SBY mengatakan dirinya hanya menyoroti dari sisi etika dan hukum bahwa upaya menjadikan Anies sebagai tersangka tanpa adanya pelanggaran hukum merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan.
"Saya hanya ingin menyoroti dari sisi etika dan hukum. Kalau memaksakan seseorang untuk menjadi tersangka pelanggaran hukum, padahal tidak bisa dibuktikan secara mengesankan (no strong evidence), ini sebuah penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power)," tulis SBY dalam bukunya.
Berita Terkait
-
Keresahan SBY di Buku 'Pilpres 2024 & Cawe-Cawe Jokowi': Isu Jegal Anies sampai PK Moeldoko
-
Heru Budi Cuma Gunting Pita? Anies Bongkar Pekerjaan Sunyi Lanjutkan Proyek Sodetan Ciliwung: Terlihat Tidak Dikerjakan
-
Dianggap Mangkrakkan Proyek Sodetan Ciliwung Jokowi, Anies Beri Klarifikasi: Itu Mandek Bertahun-tahun Nggak Ada Statusnya
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Jawa Tengah Berpotensi Diguyur Hujan Ringan: BMKG Ingatkan Masyarakat Tetap Waspadai Cuaca Ekstrem
-
Sinyal Damai Tak Jelas, Wall Street Langsung Anjlok 2%
-
Indonesia Tak Masuk Daftar, Begini Cara Militer Iran Seleksi Kapal yang Boleh Lewati Selat Hormuz
-
Kunjungan Melonjak 5,25 Persen! Revolusi Wisata di Jawa Tengah, Urban dan Instagramable Jadi Magnet
-
Ketegangan Perang Reda, Harga Minyak Dunia Turun Tipis
-
Ekonomi Syariah RI Melesat, Aset Permata Bank Tembus Rp10.257 Triliun
-
AS Ditinggal Sekutu, Jerman Sebut Agresi Militer Amerika Serikat ke Iran Ilegal
-
IESR: Elektrifikasi Jadi Tameng APBN dari Kenaikan Harga Minyak
-
Beda Nasib Indonesia dan Malaysia di Selat Hormuz, Kenapa Pemerintah Tak Mampu Lobi Iran?
-
Kala Prabowo Temui Rakyat di Permukiman Kumuh Bantaran Rel Senen