Kini pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia, Mahfud MD tengah menyelidiki dugaan penyimpangan ajaran dalam Ponpes ini.
Dalam keterangan terbarunya, Mahfud tidak pernah mengatakan bahwa penyelidikan telah menemukan adanya unsur seksual, seperti yang dinarasikan dalam video yaitu mengenai transaksi prostitusi yang melibatkan santri.
Mahfud justru berkomentar mengenai Ponpes yang masih membuka pendaftaran untuk peserta didik pada tahun ini.
Melansir dari Suara.com, Mahfud MD tidak mempersoalkan hal tersebut. Sebab, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang harus dibina pemerintah.
Lebih lanjut, ia menegaskan masih ada aspek hukum pidana pada polemik Ponpes Al-Zaytun yang harus diselesaikan.
Baca Juga: Sempat Memanas, Anggaran Dana Desa Akhirnya Terealisasi, Kepala Desa Godog Sukoharjo Tak Jadi Mundur
Karena ada aspek hukum pidana, tentu akan ditangani oleh Polri dan tidak akan diambangkan, tidak boleh ada satu perkara yang diambangkan.
Ditelusuri dari Google Image, thumbnail yang melihatkan Mahfud MD sedang mengadakan konferensi pers diambil dari ANTARA FOTO.
Ini saat Mahfud menyambangi Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Senin (15/3) lalu. Dimana ia bertemu dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk membahas kasus korupsi di Indonesia, salah satunya yang terjadi di Asabri.
Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran kepolisian lainnya sedang mengadakan konferensi pers adalah terkait kasus eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
KESIMPULAN
Video ‘NYAWA PANJI TERANCAM, MAHFUD TEMUKAN TRANSAKSI JU4L BELI SANTRINYA??’ yang diunggah akun youtube Kabar News memiliki konten yang menyesatkan atau hoax.
Berita Terkait
-
Bantah Jadi Bekingan, Ini Sinyal-Sinyal Kedekatan Moeldoko dan Al Zaytun Menurut Mantan Pendiri
-
CEK FAKTA: Panji Gumilang Lakukan 25 Reka Adegan Kasus Al-Zaytun
-
Polri Klaim Bakal Tindak Ponpes Al Zaytun Jika Terbukti Berafiliasi dengan NII
-
Pasal 45 UU ITE Tentang Apa? Simak Isi Aturan yang Menjerat Panji Gumilang
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Review Film Phi Phong: The Blood Demon, Misteri Ritual Kuno yang Mencekam!
-
Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit
-
Daftar 11 Rusun yang akan Dibangun Jakarta pada 2027, Ada di Mana Saja?
-
Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar
-
Teruji di Papua Motor Listrik Yadea VELAX H yang Digunakan Wapres Gibran Kini Mejeng di Kemayoran
-
Heboh Dugaan Uang Rp20 Juta untuk Alihkan Demo Mahasiswa, DPR: Jangan Beli Idealisme!
-
First Look Film Werwulf, Aaron Taylor-Johnson Jadi Manusia Serigala
-
Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China
-
Prabowo Kantongi Data Pendana Demo, KSP Dudung Pastikan akan Ada Langkah Hukum
-
Energi Bersih Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Pesisir