Politikus Partai Demokrat, Benny K Harman menyoroti bergemuruhnya masyarakat saat menyaksikan orasi sejumlah elite politik dalam acara dari Apel Siaga Perubahan Partai Nasdem di Gelora Bung Karno (GBK). Ia tertarik melihat pidato dari Surya Paloh.
Menurutnya, elite politikus itu memiliki pesan tersendiri yang ingin disampaikannya kepada kader hingga masyarakat jelang Pilpres 2024. Hal ini terkait dengan masa depan dari Indonesia.
Benny mengatakan, sosok tersebut sedang mengatakan bahwa bangsa ini sulit maju karena plinplannya sikap yang dimiliki oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ucapannya sering tak sinkron dengan perbuatannya sendiri.
"Bangsa ini tidak akan bergerak maju karena pemimpinnya sering bersikap munafik: apa yang diucapkannya beda dengan yang dibuatnya, perkataan dan perbuatan jauh panggang dari apa yang disebut revolusi mental," tegas Benny, Senin (17/7).
Salah satu wakil rakyat dalam pemerintahan ini juga menyebut bahwa hal itu ingin diperbaiki oleh Surya Paloh. Salah satu langkahnya adalah dengan memajukan sosok dari Anies Baswedan.
Ia yakin sesuai dengan spirit perubahan, partai itu ingin membuktikan bahwa gagasan yang mereka bawakan tidak akan hanya berakhir sebagai ucapan belaka.
"Nasdem disebutnya tegas dukung Anies Baswedan. Demi menunjukkan sikap partai yang konsisten mengawal dan memperjuangkan pluralisme, kebhinekaan, tidak hanya dengan perkataan dan slogan namun dengan sikap dan tindakan nyata," jelasnya.
Sementara itu, Presiden Jokowi sendiri telah merespons pidato. Ia menegaskan bahwa setiap hal yang belum maksimal akan dimaksimalkan jelang akhir masa jabatannya.
"Ya semuanya yang belum maksimal dimaksimalkan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2023).
Baca Juga: Moment Apel Siaga Perubahan, NasDem Tegaskan Siap Melawan Oposisi Anies Baswedan
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Awalnya Minta Uang untuk Judol, Berakhir Tragis: Anak di Lahat Habisi Ibu dengan Cara Keji
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Viral Toko Es Krim Pakai Daun Pisang Akibat Harga Plastik Melonjak, Hasilnya Lebih Estetik
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai