Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Andi Widjajanto memprediksi pertumbuhan teknologi informasi berpotensi meningkatkan ancaman. Ancaman terbesar adalah pembooblan yang makin sulit dibendung.
Untuk itu, dimasa mendatang diperlukan sebuah arsitektur yang dibarengi pengelolaan keamanan yang makin berkualitas. Hal itu dikatakannya saat berbicara di seminar nasional PPRA LXV Lemhannas di Ruang Gadjah Mada, Lemhannas, Jakarta Pusat, kemarin.
“PR terbesar Indonesia arsitektur digitalnya belum lengkap. Ditambah Indonesia belum punya Undang-Undang di ranah keamanan siber. Indonesia baru punya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi," tegas Andi.
Andi lantas mengutip O’Hanlon yang memproyeksikan teknologi siber akan mengalami lompatan teknologi revolusioner sehingga dinilai akan mendisrupsi doktrin militer dan tata cara pelaksanaan perang. Kondisi ini menjadikan adopsi kapasitas siber perlu menjadi prioritas dalam pembangunan kekuatan militer Indonesia.
"Ketika saya mengusulkan angkatan siber seolah-olah kita akan segara berperang, secara siber minggu depan atau tahun depan. Untuk saya, perang siber sudah terjadi. Untuk itu, pembentukan matra siber dapat dipertimbangkan agar pembangunan kapasitas siber dapat bersifat lebih holistik dan integratif untuk menghadapi berbagai ancaman kekinian. Kami di Lemnahas akan terus mengkajinya secara bertahap," tambahnya.
Sekadar informasi, kegiatan seminar Nasional PPRA LXV Lemhannas RI dengan tema Konektivitas Digital ASEAN untuk memperkuat Epicentrum of Growth merupakan puncak program Pendidikan Calon Pemimpin tingkat Nasional Tahun 2023.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Harga Emas Naik Semua di Pegadaian, Galeri 24 dan UBS Kompak Menguat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ong Seong Wu Perpanjang Kontrak Fantagio, Ingin Capai Banyak Hal Bersama
-
BRI Targetkan Rp8 Triliun Penyaluran Kredit Perumahan Tahun 2026
-
Soal Pembangunan Gedung MUI di Bundaran HI, Golkar: Itu Kebutuhan Strategis, Bukan Kemewahan
-
Literasi Keuangan Dimulai dari Rumah: Membangun Kebiasaan Finansial Anak Sejak Dini
-
Warung Mekar Jaya, Menikmati Gurihnya Nasi Genjes Khas Kota Malang
-
Efek Runner Up Piala Asia, 10 Klub Top Eropa Lirik Pemain Timnas Futsal Indonesia
-
Lawan Ratchaburi, Layvin Kurzawa Targetkan Menang dan Tidak Kebobolan
-
Persiapan Gentengisasi, Menteri PKP Bakal Temui Pengusaha Genteng di Majalengka