- Idrus Marham membela pembangunan gedung MUI sebagai kebutuhan strategis bangsa, bukan sekadar kemewahan fisik.
- Ia menyatakan bahwa isu kesejahteraan rakyat dan pendidikan adalah prioritas kebijakan yang sudah ditetapkan Presiden.
- Kerusakan infrastruktur di daerah, seperti sekolah bocor, merupakan masalah teknis pelaksana, bukan kegagalan kebijakan pusat.
Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan, Idrus Marham, memberikan respons tegas terkait kritik publik yang membandingkan rencana pembangunan gedung baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan lembaga Islam di kawasan Bundaran HI dengan kondisi infrastruktur pendidikan di daerah tertinggal.
Kritik tersebut sebelumnya viral melalui video TikTok akun Anton R, yang menampilkan kontras antara rencana gedung mewah di Jakarta dengan kondisi SDN di Kabupaten Soe, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang atapnya bocor dan tidak layak.
Menanggapi hal tersebut, Idrus Marham menegaskan bahwa pembangunan tersebut memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar fisik.
”Gedung Lembaga Islam Bukan Kemewahan, Tapi Kebutuhan Strategis Bangsa," kata Idrus kepada wartawan, Senin (9/2/2026).
Ia menilai penguatan lembaga keagamaan sangat krusial dalam menjaga stabilitas sosial, moral, dan persatuan nasional.
Idrus mengingatkan publik agar jeli dalam melihat struktur kerja pemerintahan. Ia menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas tertinggi.
“Jangan keliru membaca negara, presiden sudah tetapkan kebijakan, masalah ada di teknis pelaksanaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa isu-isu dasar seperti kemiskinan dan pendidikan sudah masuk dalam agenda utama pemerintah melalui berbagai program nyata.
“Kalau bicara soal kemiskinan, makanan, stunting, pendidikan, itu semua sudah ada kebijakannya. Presiden sudah menetapkan itu sebagai prioritas program nasional,” kata Idrus.
Baca Juga: Bahlil Ancam Ganti Pengurus Golkar yang Tidak Perform: Ibarat Futsal, Siap-siap Ditarik Keluar!
Terkait adanya sekolah yang rusak di lapangan, Idrus menyebut hal itu merupakan tanggung jawab pelaksana di level teknis, yakni kementerian terkait dan pemerintah daerah, bukan kegagalan kebijakan Presiden.
“Di dalam sebuah pemerintahan harus dipahami, ada pengambil kebijakan dan ada pelaksana kebijakan. Kalau ada sekolah bocor, distribusi makanan bermasalah, itu masuk ke wilayah teknis pelaksanaan kebijakan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Idrus menegaskan bahwa komitmen Presiden sudah sangat jelas tertuang dalam visi-misi pemerintah.
“Presiden sudah mengambil kebijakan: pendidikan harus prioritas, kemiskinan harus diatasi, stunting harus diturunkan. Itu semua sudah tertuang dalam Asta Cita. Sekarang bagaimana pelaksanaannya di bawah, itu yang harus dibenahi,” tambahnya.
Meski membela arah kebijakan pemerintah, Idrus menyatakan bahwa kritik dari masyarakat, seperti yang disampaikan oleh akun Anton R, adalah hal yang positif. Ia menganggap suara masyarakat sebagai "alarm sosial" agar Presiden dapat mengevaluasi jajaran di bawahnya.
“Apa yang disampaikan itu patut didengar dan dihargai. Itu masukan yang bagus. Tapi harus ditempatkan secara proporsional, agar kita melihat pemerintahan ini secara utuh,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan gedung lembaga keagamaan tidak berarti mengabaikan rakyat kecil.
Tantangan utama saat ini, menurutnya, adalah memastikan koordinasi antara pusat dan daerah berjalan sinkron agar manfaat kebijakan benar-benar dirasakan hingga ke pelosok negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Bikin Rezeki Seret, Ini 5 Kesalahan Pintu Rumah Menurut Feng Shui
-
Pidato Prabowo Dinilai Tak Menyentuh Realita, Guru dan Pendidikan Jadi Sorotan
-
Penampilan Maarten Paes Bikin Pelatih Ajax Geleng-geleng, Petinggi PSSI Langsung Dihujat
-
Purbaya Bakal Terapkan Pajak Baru Jika Ini Terjadi di 2027
-
Donald Trump Tepis Keluhan Prajurit USS Abraham Lincoln di Tengah Perang Iran
-
Kerusakan Meluas di Flores Akibat Gempa 7.0 dengan Peringatan Tsunami
-
3 Smartwatch Anak dengan GPS Tracker, Bisa Telepon dan Pantau Lokasi Si Kecil
-
Daftar Harga HP realme Agustus 2026, Baterai Jumbo Ramah di Kantong
-
Kisah Bli Nyoman Merawat Alam di Desa Sejahtera Astra, Les Buleleng Bali
-
Sekat Rasa dan Hati yang Terhentak