- Menteri PKP Maruarar Sirait segera tindak lanjuti program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
- Ia akan mengunjungi Majalengka, Jawa Barat, pusat industri genteng, untuk bertemu pengusaha dan tenaga kerja.
- Program ini bertujuan meningkatkan kualitas produksi genteng dalam negeri dan mendukung pelaku usaha lokal.
Suara.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengaku akan segera menindaklanjuti wacana program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyatakan, akan turun langsung ke Majalengka, Jawa Barat, untuk menemui para pengusaha genteng sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program gentengisasi.
Langkah tersebut dilakukan setelah ia berkomunikasi dengan jajaran pemerintah daerah setempat.
“Gentengisasi saya sudah izin, komunikasi sama teman-teman (pengusaha) di Majalengka, saya sudah telepon Bupatinya, Wakil Bupati, Sekdanya, dan saya akan turunkan tim,” ujar Maruarar di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, Majalengka khususnya di kawasan Jatiwangi memiliki posisi strategis dalam rencana tersebut karena menjadi salah satu sentra industri genteng nasional.
Menurutnya, daerah tersebut sudah lama ia kenal karena merupakan daerah pemilihannya selama 15 tahun.
“Kebetulan Majalengka adalah daerah pemilihan saya 15 tahun. Jadi Jatiwangi saya tahu betul persis,” ucapnya.
Maruarar juga menyinggung intensitas kunjungannya ke wilayah tersebut, termasuk saat kampanye Pemilu 2024 bersama Presiden Prabowo Subianto. Pengalaman itu, kata dia, membuatnya memahami kondisi industri genteng secara menyeluruh.
Dalam kunjungan yang direncanakan, Maruarar menyebut akan berdialog langsung dengan para pengusaha genteng serta tenaga kerja untuk melihat ekosistem industri yang ada. Pemerintah, lanjut dia, juga telah menyiapkan kajian awal terkait program tersebut.
Baca Juga: Pastikan Harga Rumah Subsidi Tak Melejit, Menteri PKP: Program Gentengisasi Masih Dikaji!
“Ya jadi saya akan datang ke sana untuk datang ketemu dengan para apa ya, pengusahanya gentengnya dan juga kita ketemu dengan tenaga kerjanya, ekosistemnya,” ujarnya.
Terkait tantangan biaya konstruksi yang dinilai tinggi, Maruarar menilai hal tersebut merupakan bagian dari proses yang harus diperjuangkan pemerintah. Ia menekankan pentingnya memulai kebijakan, termasuk untuk mendorong peran pelaku usaha kecil dan menengah.
“Ya semua ini kan mesti diperjuangkan. Kalau semuanya sudah langsung beres, tapi kan kita, itulah perjuangan pemerintah. Kita harus memulai dong,” tuturnya.
Ia menambahkan, program gentengisasi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas produksi dalam negeri.
Dengan demikian, kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada sektor perumahan, tetapi juga pada penguatan industri dan tenaga kerja lokal.
“Kalau semua sudah jadi, bagaimana UMKM juga kita bantu, bagaimana produksinya bisa apa kualitasnya bagus,” pungkas Maruarar.
Berita Terkait
-
Wamen PKP Soroti Backlog 15 Juta Unit Rumah, Singgung Properti Syariah
-
Menteri PKP Maruarar Sirait Sambangi Meikarta: Kita Cari Solusi
-
Menteri PKP Ungkap Rencana Kontroversial Batasan Luas Lahan
-
James Riady Yakin Meikarta Akan Ikut Arahan Menteri PKP Maruarar Sirait
-
Menteri PKP, Gubernur Jabar & Wagub Kaltim Bahas Percepatan Perumahan Berkelanjutan
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari
-
Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat
-
Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?
-
Pasca - Lebaran, Ini Status Stok Pangan Nasional!
-
Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI
-
Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang Gilimanuk
-
Izin OJK Dicabut, Bank Neo Commerce : Layanan Nasabah Tetap Aman
-
BRI Hadirkan Tarik Tunai GoPay di 19.000 ATM & CRM
-
Libur Lebaran 2026: Wisata Lokal Banjir Pengunjung, Pendapatan Daerah Naik
-
PNM Hadirkan Harapan Baru: Dari Satu Kegiatan, Tumbuh Mimpi Jadi Garda Pemberdayaan Ultra Mikro