Perhiasan Papua, memiliki kekhasan tersendiri. Pulau paling timur Indonesia ini kaya akan bahan baku perhiasan, mulai emas, kerang hingga bebatuan asal Gunung Siklop yang lebih dikenal dengan batu siklop.
Dan perhiasan khas Papua itu juga dihadirkan di Pameran Perhiasan Mutumanikam Nusantara Indonesia (MMNI), yang berlangsung di Balai Kartini hingga Minggu, 23 November 2014 mendatang.
Stand bernama 'Emas Papua' yang dijaga oleh tiga orang lelaki ini nampak ramai dipadati pengunjung. Rupanya banyak pengunjung yang penasaran dan ingin mengetahuinya lebih dekat perhiasan khas bumi cendrawasih ini.
Medley, perajin perhiasan yang memboyong karyanya langsung dari Papua ini mengatakan perhiasan buatannya dibuat dari emas Papua dengan kadar 98 persen. Di tangannya, emas ini lantas digarap menjadi kalung-kalung cantik, dengan liontin ikon-ikon Papua, seperti burung cendrawasih, patung asmat, honai (rumah tradisional Papua) hingga noken (tas tradisional Papua).
Medley juga memadukan emas Papua dengan batu siklop, kerang, dan bahan-bahan alami lain, seperti kerak batu, bulu burung mambruk hingga fosil.
"Kalau kalung kerang ini, biasanya di Papua digunakan untuk mahar ketika menikah. Dipakai ketika ada acara-acara adat," ujar Medley sambil menunjukkan kalung kerang buatannya.
"Untuk merawat kalung kerang ini, bersihkan pakai sikat gigi saja, jangan dibasahi dengan air," sarannya.
Soal harga, menurut Medley, semakin banyak kombinasi bahannya kalung kerang itu akan semakin mahal. Dan Medley membanderol kalung kerang buatannya dengan kisaran Rp500 ribu hingga Rp2,5 juta. Sedangkan untuk kalung dari emas, tergantung beratnya di mana setiap gramnya dipatok Rp700 ribu.
Berita Terkait
-
Kecam Kekejian kepada Warga Sipil, Tokoh Muda Serukan Evaluasi Pendekatan Penanganan Papua
-
Possum & Glider Papua 'Bangkit dari Kepunahan' Setelah 6.000 Tahun
-
Berlumur Lumpur ke Pengadilan: Mengapa Masyarakat Adat Malind Menggugat Proyek Jalan PSN di Merauke?
-
Kontak Tembak di Nabire, TNI-Polri Kuasai Markas Aibon Kogoya dan Sita 561 Butir Amunisi!
-
Papua Connection Kutuk Kekerasan KKB: Serangan ke Guru dan Nakes Bentuk Teror Kemanusiaan
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Jadwal Lengkap Ganjil Genap Mudik Lebaran 2026 di Tol Trans Jawa dan Merak
-
Festival Ramadan Hadirkan Lomba Hadroh, Marawis, dan Bedug Shalawat untuk Komunitas Seni Islami
-
Bolehkah THR Dipotong Perusahaan? Ini Aturan Resminya Menurut Regulasi
-
Penumpang KA Bisa Tukar Uang Baru di Stasiun Yogyakarta dan Solo Balapan, Ini Jadwal dan Syaratnya
-
Surga Baju Lebaran Karya Desainer di Bekasi: Ramadan Rhapsody 2026 Hadir dengan Koleksi Lengkap
-
Terpopuler: 10 Singkatan THR Lucu Bikin Ngakak, Pajak THR 2026 Berapa Persen?
-
5 Cara Mengatasi Bibir Kering dan Pecah-pecah Selama Puasa agar Tetap Lembap
-
Ramalan Keuangan Zodiak 12 Maret 2026: Ini 6 Zodiak yang Bakal Cuan Seharian
-
Ingin Itikaf Lebih Bermakna? Lakukan 6 Amalan Ini agar Tak Cuma Pindah Tidur ke Masjid
-
Lebaran 2026 Berapa Hari Lagi? Yuk Hitung Mundur Hari Raya Idulfitri 1447 H