Suara.com - Ratusan Polwan di lingkungan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta memamerkan kebolehan dengan memperagakan berbagai kesenian tradisional Indonesia hingga tarian moderen pada peringatan hari jadi ke-67 Polwan.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Trimurti Ramayana, Komplek Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (4/9/, ratusan Srikandi Polri tersebut unjuk kebolehan dengan memperagakan berbagai jenis kesenian tari-tarian tradisional dan moderen dengan dengan kostum.
"Jaranan Polisi Wanita (Polwan) diharapkan dapat menjadi pelopor revolusi mental di dalam tubuh institusi Polri, menuju polisi yang profesional," kata Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Brigjen Pol Erwin Trianto.
Menurut dia, kegiatan tersebeut sengaja digelar untuk memperingati Hari Jadi Polwan ke-67 dengan menampilkan berbagai potensi yang dimiliki para anggota Polwan.
"Selain sebagai prajurit polisi, para Polwan ini juga memiliki kemampuan di bidang lain, seperti seni budaya," katanya.
Unjuk kebolehan Srikandi Polda DIY ini diawali aksi sejumlah Polwan yang membawakan berbagai tarian tradisional dari seluruh Indonesia. Lengkap dengan kostumnya mereka membawakan tarian yang di antaranya berasal dari Betawi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur hingga tarian asal Provinsi Papua.
Selain itu, mereka juga membawakan tari "edan-edanan". Para penari dengan menggunakan make up tebal dan melakukan berbagai aksi tarian yang mengundang gelak tawa para tamu undangan dan para pejabat di lingkungan Polda DIY.
Dalam kesempatan tersebut, para anggota Polwan ini juga menggelar "fashion show" dengan memperagakan berbagai busana dan juga unjuk kebolehan tarik suara. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
4 Krim Siang dan Malam untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Rawat Kulit Seharian
-
6 Rekomendasi Sunscreen Spray dengan SPF 50, Tinggal Semprot untuk Perlindungan Maksimal
-
5 Rekomendasi Krim Mengencangkan Payudara Mulai Rp60 Ribuan, Cocok untuk Ibu setelah Menyusui
-
Rambut Rontok dan Menipis? Ini 5 Hair Serum untuk Bantu Perkuat Akar Rambut
-
5 Moisturizer Wardah untuk Kurangi Kerutan dan Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
-
Dari Dimsum Hingga Bebek Panggang: Pengalaman Kuliner Mewah Sambut Tahun Kuda Api di Bali
-
Plenger Artinya Apa? Dipakai Jerome Polin untuk Sindir Klarifikasi Roby Tremonti
-
6 Sabun Muka untuk Kulit Kusam Usia 50-an, Kunci Wajah Cerah Tanpa Terasa Kering
-
Apa Bedanya Sepatu Running dan Training? Ini 4 Pilihan Under Rp500 Ribuan yang Layak Dicoba
-
7 Fakta Patricia Schuldtz, Istri Darma Mangkuluhur yang Jadi Mantu Tommy Soeharto