Meski jauh-jauh dibawa dari Jepang, Tamoya tetap mempertahankan citarasa istimewa, yang diramu dari tiga macam tepung yang berbeda. Hasilnya udon yang kenyal tapi tetap lembut di mulut.
"Cara masaknya sama kayak udon lain. Udonnya sama tapi hasilnya beda. Ada tiga macam tepung. Tapi itu rahasia," ujar Tamotsu Kurokawa tentang resep rahasianya.
Tapi tunggu, masih ada yang spesial dari Tamoya, yakni tiga macam kuah yang dibawa langsung dari Sanuki, yakni kecap asin, bumbu kaldu dan kuah pedas. Untuk menyesuaikan lidah orang Indonesia, selain menyiapkan menu Udon klasik, khusus di Jakarta, Tamoya telah menyiapkan menu spesial, Spicy Chicken Udon dengan citarasa pedas.
Saya pun ikut mengantri dan memesan menu tersebut untuk santap siang saya. Sambil menunggu Udon saya selesai diracik, saya pun memilih topping yang saya sukai, yakni tempura udang, chicken katsu dan jagung muda goreng tepung. Uniknya, topping ini "All you can eat" loh!
Sesaat Udon pesanan saya pun sudah tersaji. Harum pedas menyengatnya begitu menusuk hidung. Kuahnya yang berwarna merah benar-benar menggugah selera. Seolah minta disantap saat itu juga.
Tapi sebelum menyantapnya saya menambahkan taburan daun bawang di atasnya. Hhmm, baunya semakin menggoda. Dan ketika sampai di mulut, rasa udonnya begitu kenyal dan lembut. Kuahnya begitu sedap dan pedasnya pun 'nendang' di lidah. Sangat nikmat, seperti dimasak dengan sepenuh hati.
Ditambah dengan topping renyah yang saya ambil, tak heran jika udon ini menjadi favorit di negara asalnya.
Untuk minumnya, saya sengaja memesan ocha dingin. Ocha dingin memang disebut efektif menetralisir rasa pedas dan kuah berminyak. Untungnya ocha di sini disediakan tanpa batas. Jadi, kapanpun lidah terasa pedas kita tak perlu merasa khawatir.
Anda juga tak perlu khawatir soal harga. Harga yang ditawarkan oleh Tamoya sangat terjangkau, mulai dari Rp8 ribu sampai Rp60 ribu untuk berbagai pilihan menu.
Berita Terkait
-
Kisah Ratna Wirahadikusumah, Perempuan di Balik Pembangunan 250 Gerai Restoran di Indonesia
-
Baia Nonna Kantongi Sertifikasi Halal, Sajikan Menu Peranakan Autentik dan Kaya Rempah
-
Akar Restaurant di K Club Ubud Tawarkan Fine Dining Unik, Gabungkan Teknik Prancis dan Rempah Bali
-
Pertama di Indonesia, Restoran Cepat Saji Gelar Open House Lebaran di 10 Kota
-
Uma Oma Heritage Menteng: Restoran Nusantara Autentik dengan Sentuhan Hangat Para Oma
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Cara Baru Traveling: Mengapa AI Kini Jadi Travel Agent Pribadi Anda?
-
Bolehkah Kurban 1 Ekor Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Hukumnya dalam Islam
-
5 Parfum Lokal yang Wanginya Awet Nempel di Baju meski Sudah Dicuci
-
Di Tengah Tantangan Industri Herbal, Produk Lokal Mulai Perluas Pasar hingga Internasional
-
5 Lip Cream Lokal Alternatif Tom Ford Liquid Lip Luxe Matte: Transferproof, Awet hingga 14 Jam
-
Ferdy Sambo Kuliah S2 Dimana? Masih Jalani Hukuman di Lapas Dapat Beasiswa Magister
-
6 Basic Skincare Malam untuk Pemula, Simpel tapi Penting untuk Menjaga Kulit Tetap Sehat
-
Bedak Sudah Mengandung SPF, Perlukah Pakai Sunscreen?
-
Mengenal Lululemon, Tas Premium yang Dicuri di Bandara Soetta sampai Rugi Miliaran
-
4 Sunscreen Lokal Alternatif La Roche Posay Anthelios UVMune 400, Murah dan Anti White Cast